Penimbunan Laut di Pantai Suntuk Dibawa ke RDP

Anggota DPRD meninjau lahan penimbunan di Pantai Suntuk yang meresahkan warga setempat.

KEPRINEWS.CO.ID: Mendapat ada reklamasi tanpa ada dokumen, rombongan Komisi III DPRD Tanjungpinang langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pantai Suntuk di Jalan Pramuka, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Senin (3/2) pagi.

Setelah meninjau lokasi yang ditimbun, Dewan Tanjungpinang akan membahas persoalan itu ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mendapatkan kejelasan dari berbagai pihak, khususnya penuimbun lahan serta dari pihak RT, Lurah dan warga.

Rombongan DPRD meninjau penimbunan laut di kawasan Pantai Suntuk setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penimbunan. Aktivitas penimbunan itu menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan selalu dilaksanakan di malam hari dengan  menggunakan kendaraan berukuran besar.

Anggota DPRD komunikasi dengan warga di sekitar Pantai Suntuk terkait penimbunan sungai.

BACA JUGA WAK :

Hosting Unlimited Indonesia

Ketua RT 4/RW 3 Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Jeddy menuturkan, pihaknya sudah mencoba komunikasi kepada pemilih lahan. Hanya saja, aktivitas itu tetap berlanjut. Bahkan, pihaknya meminta oknum yang melakukan penimbunan dapat menunjukkan surat izin pelaksanaan.

Ia menilai, dari kegiatan itu merugikan masyarakat. Tidak hanya karena kendaraan yang digunakan mengganggu, namun juga menganggu mata pencarian nelayan serta merusak ekosistem laut di kawasan sekitar.

”Sampai saat ini mereka tidak juga menunjukkan surat dokumen atau izin untuk melakukan penimbunan sementara dampaknya masyarakat sudah merasa terganggu. Makanya kami melaporkan aktivitas ini kepada anggota DPRD. Mudah-mudahan mendapat jalan ke luar. Kami berharap aktivitas ini bisa dihentikan,” ujarnya di depan rombongan.

Pihaknya pun sudah mengantongi tanda tangan keberatan dari warga sekitar terkait pembangunan itu. Hal ini menjadi dasar menyampaikan ke pemerintahan maupun legislatif meninjau pelaksanaan.

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto. Hadir juga anggota Komisi DPRD lainnya seperti Said Inderi, Vicky, Asman, Rika Ardian serta hadir juga Ria Ukur Tondang.

Agus menuturkan, pihaknya sudah menampung pengaduan masyarakat tersebut. Serta dalam waktu dekat akan melaksanakan RDP atau hearing.

Dari pertemuan itu nantinya, ia meyakini akan mengetahui apakah penimbunan itu sudah memiliki izin atau belum. Serta lokasi itu ingin dibangun apa.

”Kalau sekilas dapat kabar lokasi itu akan dibangun puja sera, tapi kami pastikan melalui RDP nantinya,” tuturnya. Ia menuturkan, bila sudah ada izin, harusnya wacana itu sudah mendapatkan rekomendasi dari pihak RT.

”Kita akan tindaklanjuti. Memanggil berbagai pihak terkait dalam rapat,” tuturnya. Hadir dalam kunjungan itu, Lurah Tanjung Ayun Sakti, Septian serta pihak Satpol PP dan anggota Khamtibmas Polsek Bestari. Hadir juga Hadir anggota Karang taruna dan perwakilan Forum RTRW sekitar.

Pantauan di lapangan, penimbunan sudah berjalan. Sudah dibangun batu miring serta sebagian laut sudah ditimbun dan kini menjadi darat. (dlp)