RSUD Redambolo Buka Pelayanan Kesehatan Gratis

Tambolaka -RSUD Pratama Redambolo Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT, membuka pelayanan kesehatan secara gratis hingga 31 Mei 2019.

Pemeriksan kesehatan gratis rawat jalan yang dibuka sejak tanggal 13 Mei 2019 tersebut, didahului oleh pemeriksaan kesehatan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Talu (MDT) dan semua pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten SBD. Dan pada tanggal 1 Juni 2019, akan diberlakukan pemeriksaan pasien menggunakan kartu BPJS dan KIS.

“Ini pelayanan gratis. Masyarakat silakan datang dan periksa kesehatan,”kata Bupati MDT, Rabu (16/5/2019).

BACA JUGA WAK :

Hosting Unlimited Indonesia

PLT Direktur RSUD Redambolo, dr. Elsy H.K. Luku Lewa mengatakan, sejak peresmian 27 Januari 2019, dan dirinya diberi kepercayaan sebagai Plt pada 16 Maret 2019, sudah mempersiapkan segala macam hal yang menjadi kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Sudah banyak yang kami persiapkan. Dari alat kesehatan (Alkes), obat-obatan, standar operasional prosedur (SOP), rekam medis, laboratorium semua sudah siap. Oleh karena itu kami menyampaikan kepada Bupati bahwa persiapan pelayanannya sudah siap, tetapi baru sebatas pelayanan rawat jalan,” kata dr. Elsy.

Untuk rawat nginap, pihak RSUD Pratama Radabolo saat ini, telah mempersiapkan 50 tempat tidur khusus bagi pasien rawat jalan. Sambil menunggu persiapan lainnya, dilakukan pelayanan rawat jalan. Sehingga mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Sementara pelayanan kesehatan per 1 Juni 2019 mendatang, akan dilakukan pelayanan kepada pasien yang menggunakan kartu BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dan apabila masyarakat tidak memiliki BPJS maupun KIS, masyarakat terlebih dahulu mengurus surat-surat di Dinas Kesehatan.

“Kami sudah berdiskusi dengan pihak BPJS dan mereka siap bekerja sama dengan kami. Hanya belum ada waktu yang tepat untuk berdiskusi bersama dengan pak Bupati. Jika sudah ada penandatanganan kerja sama dengan Pak Bupati, maka akan di mulai pelayanan menggunakan Kartu BPJS dan KIS. Untuk masyarakat yang tidak menggunakan BPJS atau pengusaha swasta akan di sesuaikan dengan Perda yang berlak u,” jelasnya.

Selain itu RSUD Pratama Radambolo telah menyediakan empat (4) orang dokter umum, dua (2) dokter bagian manajemen, satu (1)dokter gigi, dan empat (4) dokter spesialis.

“Jadi untuk di Pratama sebenarnya sudah melebihi target. Karena kalau hanya di Pratama saja sebenarnya kami mempunyai 2 dokter umum dan 1 dokter gigi. Tetapi dengan adanya dokter spesialis ini, memungkinkan RSUD ini akan naik tingkat ke tipe D. Karena SDM, Alkes dan gedung sudah memenuhi syarat untuk naik tipe,” jelas dr. Elsy.

dr. Elsy mengaku khusus untuk alat USG, RSUD Pratama Radambolo memiliki alat berukuran empat (4) dimensi. Selain alat USG ada pula alat EKG untuk memeriksa jantung.

“Alatnya udah lengkap dan canggih. Contoh seperti alat USG kami sudah punya yang berukuran empat dimensi. Nanti ibu hamil ingin memeriksa kandungannya itu sudah kelihatan wajah bayinya. Juga kita punya alat EKG untuk memeriksa jantung. Jadi dari Alkesnya saja sudah melebihi standar,” pungkasnya.

(Alle)