Perhitungan Surat Suara Wewewa Barat Diduga KPPS Untungkan Parpol Tertentu

Tambolaka- Proses perhitungan surat suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh petugas Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di beberapa wilayah Sumba Barat Daya (SBD) menuai protes. Salah satunya di TPS 3 dan 7, Desa Kalimbu Tillu, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Diduga pihak penyelenggara menguntungkan Caleg dari partai politik tertentu.

Caleg Nasdem dapil 3 Kecamatan Wewewa Barat Ananias Bulu mengatakan, berdasarkan pengakuan saksi Partai Nasdem di Desa Kalimbu Tillu TPS 3 dan 7, perhitungan suara pada tanggal 17 April di TPS tersebut, hanya berlangsung sampai pukul 18.00 Wita, karena mengingat tidak adanya penerangan di desa Kalimbu Tillu.

“Tidak dilanjutkan perhitungan hari itu karena tidak ada penerangan. Dan disaat penundaan perhitungan surat suara, KPPS, PPS, Panwas telah menyepakati perhitungan surat suara DPRD Kab/Kota akan dilanjutkan pada tanggal 18 April 2019 pukul 07.00 Wita. Namun pada keesokan harinya, beberapa saksi partai dan Caleg lainnya belum hadir sesuai waktu yang di tentukan, perhitungan surat suara telah selesai dilakukan pada pukul 06.30 wita,” ungkap Ananias mengutip keterangan saksi partai Nasdem, pada Selasa (23/4) pukul 15.00 wita.

Menurut Ananias Bulu, diduga ada indikasi kecurangan yang dilakukan penyelenggara pemilu baik KPPS, PPS, Panwas dan keterlibatan Linmas. Sehingga dari hasil perhitungan suara di TPS 3 dan 7, menguntungkan Caleg dari partai tertentu.

“Tidak ada surat rekomendasi penundaan perhitungan suara yang dibuat oleh penyelenggara. Kesepakatan itu dibuat hanya lisan. Tetapi kesepakatan bersama itu telah dicurangi oleh penyelenggara pemilu sendiri demi menguntungkan Parpol tertentu,” katanya.

Dari Informasi yang dihimpun, Caleg dan Parpol yang merasa dirugikan telah melapor ke tingkat Panwascam. Buktinya diterima dengan formulir model B3 tanda bukti penerimaan laporan Nomor :315/02/Panwascam/WB/SBD/IV/2019 tanggal 19 April 2019 pukul 16.00 wita. Laporan tersebut disertakan barang bukti salinan C1 TPS 3 dan TPS 7 Desa Kalimbu Tillu, dan Video pengakuan saksi sekretariat PPS Amos Dairo Bili dan saksi Partai Nasdem Anis Lende.

“Laporan kami telah diterima oleh Alexander Dake. Dan sudah diteruskan oleh Panwascam ke Bawaslu Kabupaten dengan alasan Bawaslu Kecamatan tidak memiliki penegakan hukum terpadu (Gakkumdu),” kata Ananias.

“Kami menduga tidak dilaksanakannya perhitungan surat suara tetapi langsung dilakukan penempatan angka pada formulir C1. Ada Caleg dari partai tertentu yang memperoleh suara yang sangat signifikan yakni 235 suara di TPS 3 dengan jumlah DPT 298 dan jumlah suara 194 di TPS 7 dengan jumlah DPT sebanyak 294,” tambahnya.

Selain dari Caleg Nasdem, DPD Partai Nasdem sendiri telah melaporkan temuan dugaan pelanggaran pemilihan umum 2019 di dua TPS tersebut ke Bawaslu Kabupaten. Surat tersebut dengan nomor : 056/DPD-Nasdem/SBD/IV/2019, Perihal Permohonan Tindak Lanjut Dugaan Pelanggaran Pemilu.

Sekretaris Panwascam Wewewa Barat Yopi Metuduan membenarkan adanya laporan yang diterima Panwascam Wewewa Barat, terkait hal itu.

“Benar ada laporan. Kami sudah teruskan ke Bawaslu kabupaten karena tingkat kabupaten yang bisa menyelesaikan persoalan ini. Menyangkut persoalan di TPS 3 dan 7 saya tidak ikuti karena tugas kami di sekretariat,” kata Yopi saat dikonfirmasi, Selasa (23/4) malam.

(Alfred)