Kadis PU Lembata dan Kontraktor ‘Gatal’ di Jembatan Waima

KUPANG- Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Lembata (AMMPERA) Kupang, menggelar aksi demonstrasi terkait ambruknya Jembatan Waima, Rabu (28/11/2018).

Puluhan mahasiswa itu, melakukan aksi dengan berjalan kaki mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi NTT dan BPK RI perwakilan NTT.

Kordinator lapangan Arto Tobiona dan Kordinator Umum Seman Labaona mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lembata, Kepala Dinas PU Lembata Paskalis Tapobali dan kontraktor, dinilai ‘Gatal’ Gagal Total dalam pembangunan Jembatan Waima.

“Pemda, Kadis PU dan kontraktor,gagal total (Gatal) atas pembangunan Jembatan Waima. Copot Kadis PU,periksa kontraktor,” ungkap Seman Labaona.

Kata Seman, Jembatan Waima dibangun pada Bulan Februari 2018 yang menghubungkan Kecamatan Nubatukan dan Nagawutun tersebut, telah ambruk diterjang banjir, Selasa (26/11).

Jembatan itu dibangun dengan APBD 2 Kabupaten Lembata dana tanggap darurat senilai 1.5 Miliar.

“Jembatan dibangun terkesan dipaksakan tanpa mengindahkan berbagi aspek teknis dan alam,” kata Seman.

Hal senada disampaikan kordinator lapangan Arto Tobiona. Dugaan kuat ada indikasi mark up dalam pelaksaan proyek pembangunan Jembatan Waima tersebut.

“Ada dugaan mark up dalam pembangunan Jembatan Waima. BPK, Jaksa segera lakukan pemeriksaan,” kata Arto.

Untuk itu Arto mewakili Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Lembata (AMMPERA) Kupang, menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1.AMPPERA Kupang mendesak Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur agar membentuk Tim Investigasi atas kasus ambruknya Jembatan Waima.

2.AMPPERA Kupang meminta Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur selaku TP4D konsisten dalam pengawasan pembangunan daerah.

3.AMPPERA Kupang mendesak Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur memeriksa semua elemen terkait Jembatan Waima.

4.AMPPERA Kupang meminta Kejaksaan Tinggi dan BPK memeriksa dan mengaudit seluruh proses yang ada dalam kasus ini.

5.AMMPERA Kupang mendesak Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur mengusut berbagai kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Lembata.

6.Jika tuntutan AMMPERA tidak di indahkan dalam waktu 4x 24 jam maka AMMPERA akan terus melakukan aksi dengan jumlah masa yang lebih besar.

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017