Parfum Mahal Mantan Camat Wulandoni, Hilang di Bagasi Trans Nusa

Ilustrasi (sumb:net)

KUPANG- Pencurian barang bawaan penumpang di bagasi pesawat kembali terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kali ini, kejadian menimpah Mantan Camat Wulandoni, Kabupaten Lembata, Yohanes Arimon dalam penerbangan dari Lewoleba ke Kupang pada pukul 16:15 Wita, Selasa (27/11/2018).

Parfum mahal dan beberapa perlengkapan miliknya yang disimpan di saku samping koper dan dimasukan ke Bagasi Trans Nusa, hilang dengan misterius. Hal itu diketahuinya setelah tiba di penginapan.

“Barang tidak seberapa hanya parfum dan perlengkapan lain. Saya sisip di saku samping koper,” ungkap Yohanes Arimon, Rabu (28/11/2018).

Kata Yohanes, dirinya tidak mau mempersoalkan kejadian ini. Tetapi dirinya berharap agar pihak Trans Nusa berbenah karena sudah banyak keluhan atas kehilangan barang-barang di Bagasi Trans Nusa.

“Biar sudah tidak usah dipersoalkan. Bukan soal parfum karena itu bisa dibeli, tetapi saya hanya ingin pihak Trans Nusa berbenah,” pinta Yohanes.

Pantauan Keprinews.co.id di facebook, status yang ditulis Yohanes Arimon memantik sejumlah respon. Ada beberapa facebooker dari Lembata mengakui pernah mengalami hal yang serupa.

Frans Sabaleku: “HP saya dalam gembok saja bisa dicuri apalagi punya pak Kabag simpannya di saku tas lebih gampang diambil”

Freddy Tokan: “Saya juga alami parfum saya diambil. Kejahatan tersistem karena dilakukan oleh orang-orang terorganisir dalam sebuah sistem. Bahaya nyawa tidak aman, tas atau barang pun tak aman. Parah penerbangan!

Sonya Maulete: “Adue kenapa kawan. Jao juga pernah tapi dia ambil di kantong tas yang tidak kunci. Kalau yang terkunci aman”

Dan masih banyak komentar lainnya. Bahkan ada yang menyuruh agar kejadian ini dilaporkan ke pihak kepolisian dan Trans Nusa. Namun Yohanes menolak, dan membiarkan Tuhan sendiri yang akan menindak pelaku pencurian ini.

“Ini masa adven mau natal. Jadi biar saja. Semua serahkan pada Tuhan. Mungkin ini kado natal buatnya,”ungkap Yohanes.

Hingga berita ini diberitakan, Keprinews belum bisa menghubungi pihak Trans Nusa.

(Al)
082236173028