Jembatan Waima Ambruk, “Itu Hasil Pembangunan Abal-abal”

MINGAR- Jembatan Waima yang menghubungkan Kecamatan Nubatukan dan Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata akhirnya ambruk diterjang banjir, sekitar pukul 19.00 Wita, Senin (26/11/2018).

Jembatan yang baru empat (4) bulan dibangun, hasil pengerjaan perusahan milik CPJ Lembata tersebut, tidak bisa menahan banjir yang mengalir deras. Pasalnya, jembatan itu dibangun tidak sesuai dengan kondisi kali dan perhitungan volume banjir saat musim penghujan.

“Ini hasil pembangunan jembatan yang abal-abal. Produk kebijakan tanpa perencanaan yang baik dan asal bangun,” ungkap sopir angkutan pedesaan Anton Beraf.

Anton mengatakan, sangat tidak masuk akal, ketika kali yang berukuran sekitar 40 meter tersebut, dibangun jembatan yang sangat kecil dengan konstruksi yang tidak sesuai dengan kondisi kali sebenarnya.

“Sudah tahu kali itu besar dan biasanya kalau musim hujan, banjir sangat besar, kenapa harus bangun jembatan kecil di tengah kali yang besar? Itu sama saja buang-buang uang,” kata Anton.

Sopir tua itu mengatakan, dengan ambruknya jembatan Waima tersebut, telah mengganggu dan menghalangi aktivitas masyarakat Nagawutung dan daerah sekitarnya. Sehingga pemerintah, DPRD harus segera mengambil sikap atas hal ini.

“Ini sangat merugikan dan mengganggu masyarakat. DPRD dan pemerintah jangan diam saja tapi ambil sikap. Lihat sendiri hasil kerja dan produk kebijakan yang bapa-bapa hasilkan. Mau salahkan siapa lagi kalau bukan kalian sendiri,” tegas Anton.

Katanya, pemerintah dan DPRD harus bertanggung jawab. Perusahan kontraktor pengerjaan, konsultan perencanaan harus ditindak tegas.

“Mereka harus tanggung jawab. Minta dan lapor BPK atau penegak hukum selidiki dan periksa mereka. Biar ada efek jerah dan tidak asal bangun,” pungkas Anton.

(Israel)

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017