BNN Tangkap Empat Pelaku Narkotika Jaringan Napi Cilegon

Jakarta- Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap kasus narkotika jaringan Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (NAPI LAPAS) Cilegon, Selasa (20/8).

Empat (4) orang pelaku berhasil diamankan petugas BNN. Di antaranya; Darwis dan Mirnawati sebagai Kurir, Akbar alias Embang penerima Gudang di Jambi dan Chandra penerima Gudang Jakarta.

Keempat pelaku ditangkap di empat TKP berbeda, Pelabuhan Merak Banten, Jalan Alternatif Tol Merak Cilegon Banten, Jalan Walisongo Kota Jambi dan Halaman Parkir Hotel Piducia, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Ada empat pelaku jaringan Narkoba yang kita tangkap yang diduga ada keterlibatan Napi Lapas Cilegon Tersangka ADAM . Penangkapan atas informasi masyarakat ada peredaran gelap narkotika lintas Provinsi Jambi-Jakarta yang dilakukan oleh jaringan ADAM dan kawan-kawan,” kata Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Arman Depari melalui pesan whatsApp, Rabu (21/8).

Arman Depari mengatakan, atas laporan masyarakat itu, Tim BNN melakukan penyelidikan di wilayah Jambi dan Pelabuhan Merak Banten. Hasil penyelidikan akhirnya
petugas BNN berhasil menangkap Saudara Darwis. BNN menemukan Narkotika jenis Shabu Kristal 20 bungkus seberat 30 Kilogram yang disembunyikan di dalam ban serep mobil jenis double cabin Toyota Hilux Nomor Polisi B 9807 SBB.

Lanjutnya, pada saat bersamaan Tim BNN melakukan penangkapan tehadap Saudari Mirnawati alias Mimi dan Saudara Akbar. Dari dua pelaku ini ditemukan Ekstasi sebanyak kurang lebih 31.000 butir.
Selanjutnya dilakukan pengembangan dan menangkap Chandra sebagai penerima narkoba jenis Sahbu di Jakarta.

“Tim BNN amankan barang bukti kurang lebih 20 kilogram Shabu dan 31.000 butir Ekstasi. Selain itu sembilan (9) buah Handphone dan satu unit Mobil Toyota Hilux warna silver Nopol B 9807 BBS. Para tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNN Jakarta untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” jelas Arman Depari.

Arman Depari mengatakan, empat pelaku Narkotika yang diamankan itu, diduga jaringan keterlibatan dengan Napi Lapas Cilegon Tersangka ADAM. Tersangka ADAM diduga mengendalikan peredaran gelap Narkoba yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia. Narkoba tersebut, masuk ke Indonesia melalui Jambi dan dibawa ke Jakarta melalui jalan darat.

“Napi Lapas Cilegon atasnama Adam diduga terlibat mengendalikan peredaran Narkoba yang diselundup dari Malaysia ke Indonesia,” kata Arman Depari.

Dijelaskannya, Tersangka ADAM adalah Napi yang sebelumnya terlibat jaringan penyelundupan narkoba jenis Sahbu 54 kilogram dan Wkstasi 41.000 butir yang ditangkap BNN pada tanggal 08 Mei 2016 di Merak Banten .

“Tersangka ADAM proses hukum oleh pengadilan divonis hukuman mati. Di tingkat kasasi dirubah hukumannya jadi 20 tahun penjara. Ternyata dari dalam Lapas, masih mampu kendalikan jaringan Narkotika di luar Lapas. Ini karena ringannya hukuman yang dijatuhkan,” pungkas Mantan Kapolda Kepri. (Ale)