Berawal dari Cawabup SBD dan PPK Cs Dipergok Warga Kodi

Halaman Rujab Camat Kodi Utara Saat Digelar Rapat Bersama PPK Cs, Jumat (13/7/2018)

Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Calon Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka dipergok sekelompok warga Kodi Utara, saat menggelar rapat mendadak tertutup, bersama KPPS, PPS, PPK di rumah jabatan camat Kodi Utara, Yeremias Tanggu, Jumat (13/7/2018) sore.

Minggu (15/7/2018) dalam rekaman, Jhon Nasari warga Kodi Utara yang menyaksikan rapat tersebut, terlihat jelas keberadaan calon wakil bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka bersama pihak penyelenggara Pilkada tingkat kecamatan.

Saat melihat sekelompok warga yang ingin mengecek tujuan pertemuan tersebut, Cawabup Marthen Christian Taka dan Walprinya bergegas tinggalkan Rujab camat menggunakan mobil Toyota Rush putih miliknya.Sempat saja bercecok mulut dengan warga dan aparat TNI.

“Rapat apa? Jelas harus dicurigai. Tidak ada alasan atau aturan pasangan calon bupati/wakil bupati bertemu perangkat penyelenggara Pemilukada tanpa ada undangan dari pihak penyelenggara. Ada apa?” ungkap Jhon Nasari.

Sebelumnya sekitar pukul 15.00 Wita, Cabup Markus Dairo Talu (MDT) sudah melaporkan pada pimpinan Polres Sumba Barat, baik Wakapolres maupun Kapolres. Cabup MDT meminta polisi sesegera membubarkan pertemuan tersebut. Namun karena lambat penanganan, sekolompok warga lalu mendatangi Rujab camat dan mempertanyakan itu.

“Kita lihat tidak cepat dibubarkan maka kita datang dan mau tahu sendiri maksud apa pertemuan mereka,” kata Jhon Nasari.

Setelah pertemuan tertutup itu digelar, berhembus isu dan sempat dibahas di Grup WA Kalong, bahwa ada rencana dari pihak tertentu, untuk mengambil kotak suara di KPUD SBD malam itu.

Hal itu memantik respon warga pendukung Cabup/cawabup Markus Dairo Talu-Gerson Tanggu Dendo. Mereka langsung bergerak menjaga ruas-ruas jalan menuju kantor KPUD SBD. Saat berjaga, polisi malah menaruh curiga.Tujuh warga pun langsung ditangkap, dan digiring ke Mapolres Sumba Barat.

Warga tersebut, dicurigai akan melakukan percobaan pencurian kotak suara dan membakar kantor KPUD SBD.

Ketujuh warga ditahan selama satu setengah hari dan telah diperiksa pihak kepolisian Sumba Barat. Hasil pemeriksaan mengungkapkan, ketujuh warga itu tidak terbukti bersalah. Sehingga pada Minggu (15/7/2018) kemarin, mereka dibebaskan.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Michael Irwan Tamshil, S.IK yang dikonfirmasi terkait hal ini, belum memberikan penjelasan.

(Alle)

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017