News Video: Pesona Samana Santa Larantuka Tak Ada Akhir

LARANTUKA-Samana Santa Memikat Ribuan Peziarah Menyeberang ke Larantuka

Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, saat ini menjadi perhatian jagad dunia.

Semenjak Selasa 16 April hingga Jumat 18 April hari ini, ribuan peziarah dari berbagai daerah,kota dan negara berdatangan. Mereka menyeberang menuju Larantuka melalui transportasi laut, darat dan udara. Para peziarah itu datang hanya untuk menyaksikan prosesi Semana Santa hingga Minggu 21 April 2019.

Semana Santa merupakan sebuah perayaan suci dalam tradisi umat Katolik Larantuka, yang dihidupkan lebih dari 5 Abad. Tradisi ini merupakan warisan dari bangsa Portugis.

Budaya, agama, dan tradisi lokal nenek moyang yang cukup kental, menjadikan tradisi ini kuat, mengakar, dan terus dihidupkan hingga saat ini. Sehingga Samana Santa menjadi pilihan ziarah yang diminati masyarakat dunia.
Spanyol, Portugal, Italia, Brazil, Timor Leste dan negara lainnya selalu berkesempatan hadir.

Semana Santa atau Pekan Suci ini merupakan sebuah prosesi agama dan prosesi adat. Sehingga dalam pelaksanaannya ada beberapa suku yang bertanggungjawab. Di antaranya Suku Kabelen, Suku Lewai, Suku Raja Ama Koten (Diaz Viera Da Godinho), Suku Kea Alyandu, Suku Ama Kelen De Rosary, Suku Maran, Suku Sau Diaz, Suku Riberu Da Gomes, Suku Lamuri, Suku Mulowato, Suku Lewerang dan suku Kapitan Jentera.

Prosesinya dilakukan mulai dari Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci hingga Minggu Paskah.

Rabu Abu, atau Rabu Trewa (bahasa setempat) adalah prosesi mengenang peristiwa pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas Iskariot terhadap Yesus Kritus, hingga penangkapan di Taman Getsemani.

Prosesi ini dimulai dari pagi hingga malam hari. Pelaksanaan ibadah dilakukan dan diatur oleh suku – suku yang bertugas. Pada malam harinya, seluruh kota Larantuka terdengar gaduh. Warga Larantuka memukul drum, gendang, seng dan bunyian lainnya di jalan-jalan. Itu tanda  mengingatkan gaduhnya prajurit dan serdadu di Taman Getzemani menangkap dan menyeret Yesus.

Kamis Putih. Pada hari itu, Kota Larantuka menjadi hening dan tenang. Tidak ada bunyi-bunyian atau aktivitas yang membuat gaduh.

Pada Kamis ini, dilakukan pemasangan tikam turo (pagar lilin) di sepanjang rute prosesi jalan salib. Sementara pada Kamis Putih siang hari dilakukan upacara “Muda Tuan” yaitu upacara pembukaan peti yang telah ditutup selama satu tahun. Peti tersebut akan dibuka oleh petugas khusus yang telah mengambil sumpah. Selesai upacara Muda Tuan, umat dan para peziarah akan dipersilahkan untuk bersujud dan memohon berkat.

Dalam upacara itu, ada dua patung yang menjadi sosok penting perayaan Semana Santa, yaitu Patung Tuan Ma dan Patung Tuan Ana. Tuan Ma adalah patung Bunda Maria, sedangkan Tuan Ma adalah patung Yesus Kristus. Patung Tuan Ma akan dimandikan dan dibalut dengan pakaian perkabungan berupa sehelai mantel beludru berwarna hitam, ungu dan atau biru.

Jumat Agung. Adalah hari puncak dari Perayaan Semana Santa. Acaranya dimulai dari prosesi mengarak Patung Tuan Meninu (masa kanak – kanak Yesus) yang berada dalam peti jenazah untuk diarak menuju pelabuhan.Perarakannya akan dilakukan dengan menggunakan kapal dan diiringi oleh ratusan perahu.

Arak – arakan besar mengelilingi Kota Larantuka adalah proses jalan salib untuk mengenang prosesi penyaliban Yesus Kristus yang dimulai dengan penyiksaan, perjalanan memanggul salib hingga penyaliban di Bukit Golgota. Masyarakat akan melakukan arak – arakan dengan Patung Tuan Ana yang mengalami penderitaan memilkul salib, sementara Patung Tuan Ma juga ikut diarak, menggambarkan Maria yang sedang berduka melihat putranya disiksa. Dalam arak – arakan tersebut, terdapat delapan titik perhentian agung (armida) , yakni Misericordia (merenungkan janji Tuhan yang mengutus putra-Nya ke dunia), Tuan Meninu (merenungkan Kanak-kanak Yesus), Santo Philipus (merenungkan masa hidup dan karya Yesus selama di dunia), Tuan Trewa (merenungkan Yesus yang ditangkap dan disiksa).

Selanjutnya adalah Armida Mater Dolorosa (bersatu dengan Maria mengikuti Jalan Salib Yesus), Benteng Daud (merenungkan saat Yesus dijatuhi hukuman mati), Kuce (merenungkan Yesus yang telah wafat di kayu salib) dan Tuan Ana (merenungkan Yesus yang sudah diturunkan dari salib). Di Armida ini, prosesi berarak kembali menuju Gereja Katedral sebagai akhir dan pusat dari prosesi Jumat Agung. Di armida ini juga Yesus diturunkan dari Salib dan diletakkan pada pangkuan Bunda Maria. Di sini akhir dari sengsara Yesus, seluruh umat dihantar Yesus masuk ke dalam Gereja Reinha Rosari Larantuka.

Malamnya, diadakan Lamnetasi Jumat agung lalu dilanjutkan dengan Sesta Vera pada pukul 20.00 – 01.00. Sesta Vera adalah arak – arakan mengelilingi kota Larantuka dalam keadaan diam dengan ribuan lilin yang dibawa oleh masing – masing peziarah. Suasana duka dan perkabungan menyelimuti prosesi Sesta Vera.

Esok harinya, dalam perayaan Sabtu Suci, semua patung diarak kembali ke rumahnya masing – masing. Sesuai tradisi, ketika Patung Tuan Ma dan Tuan Ana telah dikembalikan ke rumah mereka, maka semua patung sudah harus berada di kediaman masing – masing kecuali patung Tuan Menino yang diarak di laut dan masih berada di Selat Gonzalu. Malamnya akan diadakan misa malam paskah di Katedral maupun gereja – gereja yang ada. Esok harinya, di Minggu Paskah diadakan misa untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus.

Begitulah prosesi Samana Santa yang terus memikat perhatian dunia.