Pemanasan Jelang Pilwako Batam 2020, Pengamat: Nama Lukita atau Mustofa Bisa Calon Kuat Menantang Rudi

KepriNews.co.id, BATAM – Pilkada Serentak 2020 digelar di ratusan wilayah di Indonesia, termasuk Kepulauan Riau (Kepri). Beberapa wilayah di Kepri, selain Tanjungpinang akan menggelar Pilkada Serentak tersebut. Batam menjadi salah satu barometer karena wilayah ini menyumbang 60 persen suara pemilih di Kepri.

Pengamat Politik Stisipol Tanjungpinang, Zamzami A Karim, mengatakan, dari sekian wilayah, Batam selalu menjadi barometer karena kontestasi di Pilkada Batam menarik sebagai wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak. “Batam menyumbang sekitar 50-60 persen pemilih. Makanya Batam selalu menarik bagi calon yang ingin bertarung di Pilkada,” ujar Zamzami, Senin, 8 April 2019.

Pilkada Serentak 2020, yang dimajukan lebih cepat setahun menjadi peluang bagi figur atau calon yang ingin maju bertarung di pemilihan kepala daerah ini. “Melihat peta perpolitikan di Batam, tentu menarik karena ada beberapa figur atau tokoh yang berpeluang untuk maju. Selain Wali Kota Batam saat ini, HM Rudi,” ujar Zamzami.

Seiring hal itu, menurut Zamzami, patut untuk menunggu keputusan politik Partai Nasdem, sebagai parpol pengusung. Apakah akan mengusung Rudi maju di Pilgub Kepri ataukah tetap akan mengusung Nurdin Basirun. Karena, Zamzami menilai, Rudi juga berpotensi maju di Pilgub Kepri karena sudah mendapatkan dukungan riil dari pemilih di Batam bila mengacu pada Pilwako Batam 2016 lalu.

“Keputusannya tentu pada Nasdem, mana yang akan mereka usung, Nurdin atau Rudi. Keduanya punya peluang sama kuat,” ujarnya. Namun, jika mencermati dinamika politik di Batam dimana pemerintah akan mengangkat Rudi sebagai ex-officio Kepala BP Batam, maka besar kemungkinan Rudi tetap akan bertarung di Batam pada Pilwako 2020 nanti.

” Kebijakan ex-officio juga akan memberi pilihan kepada Rudi untuk tetap bertahan di Batam. Artinya, jika Rudi jadi diangkat sebagai ex-officio Kepala Batam, kontestasi Pilkada Serentak 2020 juga tetap akan menjadi pertarungan bagi Rudi untuk bisa menjabat lagi sebagai Wali Kota Batam,” papar Zamzami.

Namun untuk menjabat sebagai Kepala BP Batam, sambung Zamzami, tentu dibutuhkan kemampuan khusus dalam mencermati dan menangani persoalan-persoalan ekonomi, investasi, industri, dan dunia usaha di Batam.

“Dinamika dan persoalan di Batam sangat kompleks. Pemerintah tak sekadar berhadapan dengan masyarakat, tetapi juga dunia usaha atau investor. Kita ketahui bersama bahwa Batam juga menjadi penyumbang terbesar perekonomian nasional,” urai Zamzami.

Ia menuturkan, fungsi penempatan Rudi sebagai ex-officio Kepala BP Batam oleh pemerintah agar ada keselarasan antarlembaga yakni BP Batam dan Pemko Batam. Keselarasan ini, lanjut Zamzami, yang harus dilakukan Rudi agar kebijakan kedua lembaga tidak tumpang tindih.

“Namun hal ini tidak gampang, karena di satu sisi BP Batam adalah BLU (Badan Layanan Umum) yang mengelola aset dan APBN, sedangkan Pemko lebih pada birokrasi pelayanan pada masyarakat dan mengelola APBD. Jika berhasil mengelola, ini menjadi peluang bagi Rudi. Tetapi jika tak berhasil mengelola BP Batam, ini menjadi ancaman bagi Rudi. Kredibilitasnya bisa menurun di masyarakat Batam dan dunia usaha,” kata Zamzami.

Hal lain yang masih menjadi persoalan saat ini, menurut Zamzami, terkait tarik ulur status Batam apakah FTZ atau KEK. Tidak mudah bagi Rudi mendapatkan kepercayaan dunia usaha yang umumnya masih menginginkan status Free Trade Zone (FTZ) Batam. “Mengingat ini menyangkut kepastian hukum dan kepastian berusaha di Batam,” terangnya.

Di tengah perkembangan dan dinamika politik Batam tersebut, sangat memungkinkan muncul nama figur atau tokoh yang maju di Pilwako Batam 2020. Bahkan tokoh dari kalangan BP Batam dan Kepri, tambah Zamzami, seperti Mustafa Widjaya, Lukita Dinarsyah Tuwo, dan Syamsul Bahrum berpotensi maju dan menjadi “Penantang” Rudi di Pilwako. “Tokoh-tokoh ini pastinya sudah mengetahui tentang Batam dan pengelolaannya,” kata Zamzami.

“Mustafa Widjaya adalah orang berpengalaman memimpin BP Batam. Demikian halnya Lukita, berhasil membangun sinergi antara BP Batam dan Pemko Batam, serta mampu menggairahkan lagi perekonomian Batam, dari pesimisme menjadi optimisme. Tak bisa dipungkiri, ekonomi Batam dan Kepri perlahan tumbuh juga berkat andil Lukita. Kontribusi ini bisa mengantar Lukita maju sebagai calon wali kota,” papar Zamzami.

Sementara Syamsul Bahrum, kata Zamzami lagi, juga dinilai sosok berpengalaman di pemerintahan. “Sebagai tokoh yang berpengalaman di birokrasi, Syamsul Bahrum hanya tinggal menjabarkan saja visi misinya jika nantinya ingin maju di Pilwako, karena sudah paham bagaimana seharusnya mengelola pemerintah dan wilayah,” pungkas Zamzami.

Selain tiga figur tersebut, terdapat beberapa nama lainnya juga berpotensi maju di Pilwako Batam 2020 mendatang. Sebut saja, politisi Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Batam Iman Sutiawan, mantan Wakil Walikota Batam Ria Saptarika, Asman Abnur, Ketua DPD PAN Kota Batam Safari Ramadhan, dan beberapa figur lainnya. (Kepri News / *)

Sumber : wartakepri.co.id/Dedy Suwadha