Jesica Selamatkan Kades Puu Poto dari Tebasan Parang Sumba

    Keprinews.co.id,TAMBOLAKA- Sekelompok orang yang diduga ‘anak buahnya’ Leti Ama Aris warga Palla, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), menyerang dan merusak rumah Kepala Desa Puu Poto, Dapa Toda serta memaki calon bupati SBD Markus Dairo Talu (MDT), Rabu (13/6/2018) sekitar jam 24.00 Wita.

    Nyaris saja,leher Kades Dapa Toda ditebas parang.Namun diselamatkan anak kandungnya Jesica. Dan hingga kini, aparat kepolisian belum menangkap para pelaku yang telah dilaporkan korban.

    Sebelum menyerang Kades, para pelaku melempar rumah pengurus Partai Nasdem Nona Ana, sebanyak 3 (tiga) kali yang berada tidak jauh dari rumah Kades Puu Poto.

    “Iya mereka rumah lempar tiga kali, mereka lempar juga papan nama partai Nasdem depan rumah. Setelah itu mereka serang bapak Kades,” ungkap Nona Ana.

    Setelah beberapa menit, para pelaku tersebut, melempar rumah Kades Dapa hingga seng atap rumah Kades, rusak dan bocor. Selain itu, batu yang dilempar para pelaku, merusak antena parabol yang berada di samping rumah Kades.

    Saat kejadian itu, Dapa Toda sedang bersama keluarganya, tengah berembuk merencanakan untuk membongkar kubur persiapan ibunya yang sedang sekarat di rumah sakit.

    “Mama sedang sekarat di rumah sakit. Jadi kami lagi duduk runding mau bongkar kubur depan rumah. Tiba-tiba mereka lempar rumah lebih dari 4 (empat) kali. Kami pun kaget,” ungkap Dapa Toda.

    Jesica dan Nova anak korban mengatakan, setelah itu mereka sekeluarga keluar dari rumah menuju ke jalan, menghampiri para pelaku yang diperkirakan lebih dari 20 orang tersebut. Mereka menanyakan siapa dan kenapa rumahnya dilempar. Namun tiba-tiba saja, Ferdy (pelaku) menyerang ayahnya dengan sebilah parang. Tetapi dengan cekatan Jesica menarik ayahnya menghindar dari tebasan parang tersebut.

    “Saya, bapak, mama dan kakak Nova tanya kenapa lempar rumah. Tapi mereka langsung serang kami. Ferdy ayun parang tapi saya tarik bapak, kalau tidak bapak kena parang,” kata Jesica dan Nova.

    Lanjut Jesica, karena takut, mereka akhirnya kembali masuk ke rumah dan mengunci pintu. Para pelaku ikut masuk ke halaman rumah. Para pelaku pun akhirnya memotong salah satu kubur yang berada di halaman rumah sebelah kiri dengan parang. Sementara Ama Aris, istrinya Rosalia dan pasukannya terus teriak dan memaki ayahnya serta calon bupati SBD Markus Dairo Talu.

    “Mereka teriak maki-maki saya punya bapak dan bapak MDT. Bahkan mereka bilang, hanya orang bodok saja yang polisi bisa tangkap,” kata Jesica.

    Katanya, kejadian itu sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian, namun para pelaku hingga kini belum diamankan. Dia meminta agar pihak kepolisian bisa tegas menyikapi hal ini dengan keterangan yang benar. Jika tidak, maka bisa saja kejadian ini kembali terulang. Dan keluarganya pun belum merasa aman.

    “Polisi harus tegas dan tangkap pelaku. Kita sudah laporkan pelakunya semalam, tapi belum ada yang diamankan,” kesal Jesica.

    Sementara Jesica pun membantah tuduhan miring yang dilaporkan ke pihak kepolisian bahwa saat itu, ayahnya tengah mabuk minuman keras.

    “Omong kosong, kalau mereka bilang bapak saya mabuk Miras. Kami lagi duduk cerita mau bongkar kubur koq. Ada-ada saja. Jangan karang-karang cerita. Kami minta, polisi harus tangkap pelaku. Kita sudah lapor beberapa orang,” pungkas Jesica.

    (Al)

    Iklan Wak
     Advertoria Sanford 18/9/2017