TNI-Polri Patroli Besar-besaran di Pengamanan Karantina WNI di Natuna

Suasana di gerbang bandara Natuna.

NATUNA – Jajaran TNI dan Polri berjaga-jaga mengamankan suasana aman setelah kepulangan WNI dari China yang dikarantina di Hanggar Bandara Natuna. Keputusan pemerintah pusat ini sempat menuai protes dari masyarakat di Natuna. Menurut Kabid Humas Polda Kepulauan Riau Kombes Pol Harry Goldenhardt, kini TNI-Polri rutin menggelar kegiatan patroli skala besar. “Dan pagi tadi kan Bapak Kapolda Kepri memberangkatkan 122 personel ke wilayah Natuna untuk memberikan penebalan dan melakukan kegiatan-kegiatan kepolisian di Natuna,” kata Kombes Pol Harry Goldenhardt (2/2/2020).

Masyarakat Natuna sempat demo menolak keberadaan WNI yang berasal dari China. Lokasi unjuk rasa tidak jauh dari lokasi sterilisasi WNI yang berasal dari China. 238 WNI yang berasal dari China akan berada di Natuna selama 14 hari untuk menjalani sterilisasi sebelum dipulangkan ketempat tinggal masing-masing.

“Oleh karenanya Aparat keamanan memperketat penjagaan selama proses sterilisasi dan TNI-Polri bersosialisasi kepada masyarakat Natuna agar terus terjaga situasi yang aman dan nyaman. Kita kan memberikan pengamanan di wilayah lokasi ini. Kegiatan patroli tersebut juga kita isi dengan edukasi kepada masyarakat, jadi bukan sekedar patroli, tapi patroli sambil mengedukasi,” ujar Kombes Pol Harry Goldenhardt.

TNI-Polri juga terus menyampaikan imbauan agar masyarakat memahami kondisi ini. “Jika memang terdapat aspirasi yang ingin disampaikan, pihak TNI-Polri sangat terbuka dengan hal itu. silakan sampaikanlah aspirasi dengan damai, sejuk, sehingga nanti situasi tetap terjaga kondusif. Saudara kita yang saat ini berada di lokasi observasi juga ingin segera kembali bersama keluarganya,” ucap Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Diskusi sudah dilakukan oleh TNI-Polri dengan masyarakat Natuna yang demo menolak keberadaan WNI dari China di Natuna. Masyarakat Natuna meminta jaminan agar Menteri Kesehatan terus memantau proses pelaksanaan sterilisasi WNI yang berasal dari China.

“Mereka juga meminta jaminan dari pemerintah, kemudian juga meminta Menkes untuk bisa terus-menerus memantau pelaksanaan observasi ini,” tutup Kombes Pol Harry Goldenhardt. (#1/art)