Polisi Ungkap Prostitusi Online ABG, Tarif Kencannya Rp500 Ribu Dapat Bonus Obat Kuat

    Tersangka yang diamankan Polres Jombang.

    KEPRINEWS.CO.ID–Waspada, teknologi kini banyak disalahgunakan untuk melakukan bisnis jahat. Seperti yang berhasil diungkap oleh Polres
    Jombang, Jawa Timur yang mengamankan tiga pelaku sindikat prostitusi yang menjajakan seks komersil. Malah ada pekerja seks yang
    dijajakan lewat jarigan sosial whatsApp (WA) itu yang masih di bawah umur.

    Diduga, konsumen dari sindikat prostitusi ini banyak lelaki yang sudah tua, hingga dua pelaku ini menyediakan tissue megic (obat kuat) agar konsumennya ketagihan karena bisa bercumbu dengan waktu yang relatif lama dengan wanita yang disajikan si mucikari meskipun tarifnya relatif murah. Hal itu terlihat dari barang bukti yang diamankan polisi salah satunya berupa obat kuat berupa tissue megic dari kedua pelaku.

    Pengungkapan prostitusi Anak Baru Gede (ABG) ini dirilis oleh Polres Jombang pada Jumat (17/1/2020). Pelaku yang menjajakan ABG itu adalah Agustina (22) dan Sodikin (22). Keduanya merupakan warga Desa Godong, Gudo, Jombang. Sementara nama pelaku yang dijadikan pemuas nafsu sahwat lelaki hidung belang itu namanya dirahasiakan karena masih anak dibawah umur.

    Menurut Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiono, pengungkapan kasus prostitusi online ini berawal ada informasi yang didapat dari masyarakat hingga polisi melakukan penelidikan. “Karena ada informasi ada anak di bawah umur yang dijajakan hingga kita lakukan penelusuran untuk mengungkap kasus tersebut,” sebut Kapolres.

    Untuk menarik perhatian lelaki hidung belang, kedua pelaku menawarkan ke lelaki sambil menunjukan foto gadis yang dijajakan. Tarifnya juga murah meriah. Untuk bercumbu short time dengan gadis ABG, cukup dengan membayar Rp500 ribu. Setengah dari uang transaksi itu diambil oleh mucikarinya, sementara si ABG yang harus memuaskan nafsu syahwat lelaki hidung belang mendapatkan duit Rp500 ribu.

    Pelaku dan lelaki hidung belang bertransaksi via whatsApp dan jika cocok baru pelaku mendatangkan ABG yang fotonya dipajang ke hotel yang sudah disepakati. Meski dugaan kuat sindikat ini sudah lama beraksi, namun kedua pelaku mengaku baru sekali melakoni bisnis itu.

    “Atas perbuatanya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15
    tahun penjara,” ujar Wakapolres. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua unit sepeda motor milik pelaku, serta tiga unit ponsel serta tissue magic, pakaian dalam serta uang tunai,” pungkasnya. (art/net)