Mengenang Pristiwa 1947, TNI AU Serahkan Bantuan Alat Tempat Ibadah di Natuna

KEPRINEWS.co.id, NATUNA – Menyambut Hari Karya Bakti TNI Matra Udara TNI AU Ke-72, Komandan Lanud Raden Sadjad Ranai, Kolonel (Pnb) Fairlyanto beserta segenap jajaranya melaksakan serangkaian kegiatan sosial memberikan bantuan alat ibadah di Kampung Penagi Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Selasa (16/7/2019).

Lebih lanjut dikatan Danlanud bahwa karya bakti ini merupakan cara dari satuan TNI, khususnya Angkatan Udara menjalin kedekatan dengan masyarakat terdekat, menurutnya TNI dan masyarakat harus menjadi mitra yang solid, bukan malah sebaliknya, yaitu terkesan berjarak, tidak akrab.

“Untuk itu kita laksanakan sesuai dengan arahan pimpinan TNI, yaitu bersama rakyat TNI kuat, supaya kehadiran TNI dimanapun, kita dianggap ada di tengah-tengah masyarakat,” ujar Danlanud.

Dalam giat tersebut, Fairly secara simbolis menyerahkan sound sistem Kepada pengurus Surau Nurul Huda Penagi, peralatan tukang kepada pengurus gereja, dan peletakan bata pertama untuk pembangunan pagar Klenteng Penagi.

Danlanud menyerahkan Sound sistim mushola

Fairly juga menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk mengenang dua peristiwa heroik yang dilakukan oleh prajurit TNI AU pada Tahun 1947 lalu.

Untuk itu pihaknya ingin mengisinya dengan berbagi kepada masyarakat sekitar wilayah kerjanya.

“Kita berbagi bukan karena kita kaya. kita berbagi karena ingin memanfaatkan apa yang diberi oleh Allah SWT untuk membantu masyarakat,” ucap Fairly.

Fairly juga mengatakan kehadiran dirinya dan TNI AU Raden Sadjad Ranai ingin selalu mendapat tempat dan hidup berdampingan bersama masyarakat.

Ia berharap untuk agar masyarakat dan pihaknya selalu dapat berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya atas nama TNI AU Raden Sadjad Ranai meminta maaf apa bila selama ini ada anggota saya yang berbuat yang menyinggung hati masyarakat. Karena prinsip kami, bersama masyarakat TNI kuat,” paparnya.

Terkait kisah mulanya terjadi Bakti TNI AU, Fairly sedikit menceritakan bahwa ada dua peristiwa penting pada tahun 1947 lalu, Pada 29 Juli 1947 untuk pertama kalinya TNI AU menorehkan tinta emas bagi negara.

Serangan udara yang ditujukan terhadap kedudukan Belanda di Semarang, Ambarawa dan Salatiga menjadi operasi udara pertama kali.

Danlanud peletakan Batu pemadangan pagar kelenteng kampung Penagi

Serangan udara ini merupakan serangan udara yang pertama kali dilakukan oleh Angkatan Udara Republik Indonesia yang dilakukan tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Curen dan satu Guntei.

Sedangkan peristiwa kedua yang terjadi pada tanggal tersebut adalah tertembaknya pesawat Dakota VT-CLA yang mengakibatkan gugurnya para perintis Angkatan Udara Republik Indonesia, yaitu Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, Komodor Muda Udara A. Adisutjipto dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wirjokusumo.

“Peristiwa itu jadi cikal bakal operasi udara lainnya. Terus dijadikan sumber motivasi serta semangat pengabdian TNI AU,” ungkapnya.

Semangat pengabdian tulus, rela berkorban dan berdedikasi tinggi ditunjukan para pelopor TNI yang gugur itu harus selalu tersimpan pada setiap benak prajurit.Kolonel (Pnb) Fairlyanto dengan lugas membeberkan peristiwa heroik tersebut.(udn)