Luas Ibukota Negara Baru 4 Kali Wilayah Jakarta

    Presiden Joko Widodo Terima Delagasi US International DFC, Jumat (10/2/2020).

    KEPRINEWS.CO.ID – Pemerintahan Indonesia kini konsentrasi dengan pembangunan di ibukota baru di Kalimantan Timur. Pembangunan infrastrukturnya banyak menggunakan dana pihak swasta. Untuk mewujudkan ibukota dengan konsep kota pintar dan kota hijau yang tentunya bebas dari banjir ini memerlukan investasi yang sangat besar. Luas wilayah yang akan dibangun mencapai 256.000 hektare. Sementara luas wilayah Jakarta hanya sekitar 66.000 hektare.

    Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo saat menerima delegasi softBank pada Jumat (10/1/2020) di Istana Merdeka Jakarta. Delegasi yang datang berkunjung itu yakni Delegasi SoftBank yang dipimpin oleh CEO Masayoshi Son. Yang dibahas umumnya tentang potensi investasi dan sejumlah proyek pembangunan di ibu kota baru di Kalimantan Timur.
    Ternyata CEO SoftBank cukup tertarik untuk berinvestasi dan bekerja sama dalam pembangunan di ibu kota baru sesuai konsep yang diusung.
    “Ibu kota baru memiliki peluang-peluang investasi yang saya kira bisa kita diskusikan ide potensialnya,” ucap Masayoshi Son.

    Pada Juli 2019 lalu, SoftBank sudah ada pembahasan dan membuat komitmen untuk berinvestasi pada pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia serta untuk membangun ekosistem industri seperti kendaraan listrik.

    Setelah kunjungan Delegasi SoftBank, Presiden Joko Widodo juga menerima kunjungan delegasi US International Development Finance Corporation (DFC) yang dipimpin oleh CEO Adam S. Boehler. Yang dibahas juga terkait peluang investasi di Indonesia.

    Jokowi menyebutkan, dalam pemerintahannya yang kedua, Indonesia akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah. Untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah membuka peluang investasi dan kerja sama seluas-luasnya.

    “Pemerintah terus membuat kebijakan untuk mendukung dan menciptakan iklim investasi yang ramah melalui undang-undang omnibus investasi sehingga Indonesia dapat mempersempit kesenjangan infrastruktur dan menjadi sangat kompetitif di era global,” kata Presiden dalam pertemuan itu.

    CEO DFC menyebutkan, pihanya selaku lembaga pendanaan independen berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendukung Indonesia dalam berbagai sektor seperti teknologi, infrastruktur, energi, dan kesehatan.

    “Kami berkeinginan untuk mendukung Indonesia dalam berbagai sektor, memberikan teknologi berkualitas tinggi dan berkelanjutan di bidang energi, infrastruktur, dan kesehatan,” tuturnya.

    Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, yang turut mendampingi Presiden dalam pertemuan itu mengungkapkan bahwa DFC akan bersegera membuka kantor perwakilannya di Indonesia untuk mempercepat proses kerja sama tersebut. Selain itu, terdapat sejumlah proyek yang akan segera didiskusikan.

    “Sudah ada beberapa proyek yang akan segera dilihat dan didiskusikan detail seperti jalan tol di Jawa dan Sumatera, mungkin turis (pariwisata), investasi perikanan di Natuna, dan hydropower di Kalimantan Utara,” ucapnya.(art)