Kearifan Lokal jadi Andalan Pencegahan Radikalisme

KepriNews.co.id, JAKARTA – Penerapan kearifan lokal menjadi tofik pembahasan utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKTP) yang dibuka Minggu (18/2/2019).

Acara yang digelar di Mercure Hotel Ancol dibuka oleh kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH ini berlangsung selama 3 hari. Rakernas FKPT ini, selain dihadiri para pejabat utama BNPT, juga dihadiri oleh pengurus FKPT dari 32 provinsi yang setiap provinsinya mengutus 9 orang.

Menurut Suhardi Alius, untuk merawat kebhinekaan, masing masing daerah mesti menonjolkan kearifan lokal. “Local wishdom menjadi hal yang efektif dalam merawat keamanan dari paham-paham radikalisme,” ucap Suhardi Alius.

Menurut Alius, dinamika radikalisme dalam tiga bulan ke depan berpotensi akan meningkat karena suhu politik akan semakin memanas.

“Pada 2019 ini, akan ada pemilihan umum serentak. Akan ada peningkatan suhu politik. FKPT diminta untuk menyejukkan. Apapun perbuatan yang ganjil kini akan lebih cepat tersebar dan viral di dunia maya,” sebutnya.

View this post on Instagram

Kearifan Lokal jadi Andalan Pencegahan Radikalisme

A post shared by KepriNews.co.id (@keprinews.co.id) on

Suhardi Alius juga minta agar sosialisasi bahaya radikalisme juga dilakukan pada anak anak usia sekolah.

“Rekrutmen guru dan dosen juga mesti melalui assesment yang baik. Agar guru di lembaga lembaga pendidikan tidak mengajarkan hal-hal yang berbau radikal,” pintanya.

Menurutnya, guru-guru dan dosen mesti
Mengajarkan kembali harmoni dalam keberagaman.

“Pada survei 2018, pada guru SD, SMP, SMA, ternyata hasilnya, tingkat radikalisme di sekolah masih relatif tinggi. Angkanya perlu diwaspadai. Untuk kebangsaan angkanya tidak baik. Karena kita butuh kesatuan,” kata Suhardi Alius tanpa menyebut jumlah dan persentase.

Pada acara pembukaan Rakernas ini, utusan dari Kepri, Riau dan Babel ditunjuk untuk menghibur peserta Rakornas dengan jual beli pantun.

Sementara itu, Ketua FKPT Kepri Reni Yusneli menyebutkan, wilayah Kepri yang berada di perbatasan dengan karakter daerah yang berupa pulau-pulau menjadi wilayah yang rawan terhadap teroris dan radikalisme.

“Namun dengan pemahaman masyarakat yang baik tentang pentingnya persatuan dan kebersamaan hingga masing-masing berupaya untuk menjaga keamanan lingkungan. Selain itu FKPT bersama pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat dan tokoh agama gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga harmonisasi dan keamanan,” sebut Reni Yusneli.( Kepri News / r)