Hasil Survei SDI, Ismeth Abdullah, Isdianto dan Ansar Ahmad Top Of Mind Calon Gubernur Kepri

    KEPRINEWS.CO.ID, BATAM – Jelang perhelatan Pilkada Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2020, menurut hasil survei yang beredar di banyak kalangan sepertinya akan menjadi pertarungan tiga kandidat yang dikategorikan “Top Of Mind Calon Gubernur”, yakni Ismeth Abdullah, Isdianto dan Ansar Ahmad.

    Salah satunya hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Sinergi Data Indonesia (SDI) yang dipimpin Barkah Pattimahu, pada bulan Januari 2020 lalu menyebut bahwa terdapat sembilan nama calon Gubernur yang dikataegorikan Top of Mind Calon Gubernur di Pilgub Kepri 2020.

    Diantara sembilan nama, yang menduduki tiga peringkat besar adalah Ismeth Abdullah dengan prosentase 11,75 persen, Ansar Ahmad 7,00 persen dan Isdianto 3,00 persen. Sedangkan nama lain masih jauh prosentasinya, seperti Huzrin Hood 1,50 persen dan Soerya Respationo 1,25 persen.

    Jika mengacu tiga nama Top of Mind Calon Gubernur tersebut, bisa dipastikan Pilkada Kepri 2020 akan menjadi pertarungan atau head to head Ismeth Abdullah dan Isdianto. Demikian disampaikan Analis politik Indira Nainggolan, saat diwawancarai awak media di kantornya, di kawasan Batam Center, Kota Batam, Selasa (11/02).

    Selain itu, Indira juga menilai bahwa, bisa dimungkinkan Pilkada nanti akan menjadi pertarungan Ismeth Abdullah dan Isdianto. Menurutnya, kedua nama tersebut sebelumnya memang santer kabar bakal maju sebagi calon Gubernur.

    “Jika menganalisis hasil survei SDI maka semua bisa saja terjadi, karena popularitas dua tokoh tersebut sangat jelas. Ismeth adalah mantan Gubernur Kepri, sedangkan Isdianto adalah Plt. Gubenur Kepri sekarang,” kata Indira.

    Meskipun Ismeth Abdullah dalam hasil survei SDI sangat diuntungkan, namun lanjut Indira, jika melihat rekam jejak Ismeth Abdullah, akan memunculkan pertanyaan besar apakah masyarakat bisa menerima Ismeth yang mempunyai beban masa lalu atas kasus pidana korupsi.

    Sedangkan Ansar Ahmad menurut rumor dipastikan tidak akan maju sebagai calon Gubernur karena posisinya saat ini adalah anggota DPR RI, kemungkinan berat untuk menanggalkan jabatannya di DPR RI, meskipun beberapa waktu lalu sempat juga dikabarkan bakal mendampingi Isdianto di Pilgub 2020 mendatang.

    “Masyarakat hari ini sangatlah cerdas dalam melihat figur kandidat mana yang bersih dan pernah bermasalah hukum, apalagi kasus pidana korupsi. Tapi kalau bicara Ansar kemungkinan berat untuk menanggalkan jabatannya di DPR RI sekarang,” katanya.

    Selain itu, yang menarik perhatian adalah Soerya Respationo, yang elektabilitasnya sangat tertinggal jauh dari pesaing lainnya. Padahal, menurut Indira, Soerya Respationo termasuk kandidat yang sangat aktif dan gencar melakukan sosialisasi di masyarakat, namun ternyata tidak berdampak terhadap elektabilitasnya.

    Meskipun peta politik sangatlah dinamis, namun jika merujuk hasil survei SDI Soerya hanya 1,25 jauh dibanding pesaing lainnya, maka bisa dikatakan Soerya Respationo selaku petinggi PDIP Kepri akan kehilangan harapan dan tidak diperhitungkan di Pilgub 2020 nanti.

    “Jika melihat hasil survei tersebut posisi Soerya bisa dikatakan Underdog, atau hilang harapan sebelum bertanding. Dan Ini juga harus menjadi pertimbangan para petinggi parpol untuk menentukan arah dukungannya,” pungkasnya. ( Kepri News / r)