PWI Kepri Berharap KPUD Transparans, Adil, Dan Jujur

KEPRINEWS.CO.ID, BATAM – Insan pers, sebagai penjaga pilar keempat demokrasi, akan ikut memantau jalannya proses pilkada serentak tahun 2020 di Kepri agar berjalan jujur dan transparans. Kepada KPUD, di setiap tingkatan, sebagai penyelenggara pilkada, diharapkan bersikap profesional dan adil.

Imbauan itu disampaikan Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Kepri Candra Ibrahim SE, didampingi Sekretaris Novianto, Bendahara Andi Gino, dan jajaran Mappilu (Masyakarat dan Pers Pemantau Pemilu) PWI Kepri, menyikapi berbagai perkembangan dan eskalasi yang terjadi selama proses pilkada serentak di beberapa kabupaten/kota dan Provinsi Kepri.

“Penting bagi kita semua, terutama penyelenggara pilkada seperti KPUD dan Bawaslu untuk memastikan bahwa mereka bekerja secara baik, transparans, adil, dan jujur, demi menghindari kecurigaan rakyat, agar tercipta pilkada yang jujur dan adil,” ucap Candra, kepada media, baru-baru ini.

BACA JUGA WAK :

Hosting Unlimited Indonesia

Dikatakannya, kekeliruan dan protes yang terjadi dalam proses Pilkada Kota Batam, ketika KPUD Batam keliru dalam membuat tahun pada kops surat keputusan, sedikitnya telah nenimbulkan pertanyaan. Meskipun sudah diralat, hendaknya itu menjadi pelajaran agar KPUD lebih berhati-hati, termasuk di tempat lain.

Sebagaimana diberitakan, pada berita acara KPUD Batam nomor 23/PP.02.2-BA/KPU/II/2019, berkaitan persyaratan calon independen Pilkada Batam atas nama Ir Zukriansyah dan pasangannya Eka Anita Diana, KPUD keliru menulis tahun, yakni 2019. Padahal harusnya 2020. Surat ini sudah diralat, namun telah menimbulkan gugatan ke Bawaslu.