Pengaruh Narkoba Nyawa Bayi Melayang

KeprNews.co.id, BATAM – Kapolsek Batu Ampar, AKP. Ricky Firmansyah, terkait meninggalnya bayi (anak kandung) dalam pengawasan ayahnya yang diduga dilakukan dengan faktor kesengajaan.

Hari ini Jum’at, (30/03/2018) Kapolsek bersama perangkat masyarakat mendampingi orang tua korban, mengambil jenazah dari rumah sakit hingga ke pemakaman, dan berlangsung lancar.

“Kegiatan pagi ini, kami yang mana merupakan pelayan masyarakat, untuk itu dimana ada salah satu warga kami yang tertimbah musibah kami hadir di tengah-tengah mendampingi keluarga yang tengah berduka,” ungkap AKP. Ricky Firmansyah.

Dia melanjutkan, dalam kegiatan itu, mulai dari pengambilan jenazah di rumah sakit Harapan Bunda, selanjutnya menyolatkan di Masjid dan memakamkannya, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Panas – Batam.

Dari pantauan Kepri Media Group dilokasi, diketahui bahwa bayi mungil ini bernama “Yuni Chandra”, dan saat-saat terakhirnya di dunia, banyak warga yang ikut menemani jenazahnya hingga ke peristirahatan terakhir.

Untuk penetapan tersangka terhadap pelaku (Ayahnya Yuni), sampai saat ini belum bisa ditetapkan karena masih dalam proses pemeriksaan, “belum sampai kesitu, kita masih menunggu hasil visum,” terangnya.

Lanjut, Polisi Balok Tiga mengatakan, saat ini baru pemeriksaan saksi-saksi (warga di lokasi, yang melihat, melaporkan dan lainnya) serta olah TKP. Setelah hasil visum keluar baru bisa kita simpulkan, terangnya seusai melaksanakan pemakaman jenazah di TPU.

Ditempat yang sama, dari keterangan warga yang berhasil Kepri Media Group rangkum, “sungguh biadab betul orang tuanya, padahah bayinya ini banyak warga yang mau merawat dan mengasuhnya,” ujar wanita separuh baya sambil menggandeng putrinya.

“Inilah akibat narkoba, kalau sudah sakau tidak peduli lagi. Yang saya tau anaknya ini disiksa hingga sampai tega dilempar ke dinding (triplek.red) karena sering menangis,” kata wanita berkerudung coklat motif bunga-bunga dengan wajah mata sembab.

Selaku ketua RT.04 Jodoh Maritim, Mukshin menuturkan, Mereka ini selama menetap disini tidak ada melapor, dan saya baru tau mereka karena ada musibah ini, yang saya tau hubungan mereka ini statusnya tidak resmi (kumpul kebo.red).

“Dan saya sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena pengaruh narkoba (sabu) nyawa manusia melayang apalagi ini darah dagingnya sendiri, saya harap pelaku dapat dihukum seumur hidup,” pungkasnya.

Dipemakaman tidak henti-hentinya isakan tangis pilu dirasakan Ibunya Yuni, serta segenap warga terutama ibu-ibu turut merasakannya. Dan diakhiri dengan lantunan Do’a – Do’a oleh Ustad diikuti perangkat masyarakat dan Kapolsek Batu Ampar – Batam.(*)

Penulis: Andi Pratama

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017