NEWS VIDEO : Dinilai Lecehkan Prosesi Adat Melayu, Ahmad Makruf Maulana Minta Maaf Lewat Video

KEPRINEWS.CO.ID, BATAM – Sebuah video durasi 1.29 Menit pernyataan Ahmad Makruf Maulana, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri minta maaf secara terbuka terkait Dinilai Lecehkan Prosesi Tepung Tawar.

Video Didapat KepriNews.co.id Minggu (08/03/2020), Berikut video ernyataan Ahmad Makruf Maulana, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri minta maaf .

Sebelumnya, Ahmad Makruf Maulana, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri yang baru saja terpilih secara aklamasi pada Musda Partai Golkar Kepri, akhirnya meminta maaf kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Terkait Dinilai Lecehkan Prosesi Tepung Tawar.

BACA JUGA WAK :

Hosting Unlimited Indonesia

Permintaan maaf Makruf ini disampaikan langsung oleh Ketua Kadin Kepri itu, di depan para pengurus LAM Batam di Gedung LAM Batamcentre, Jumat (6/3/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Makruf datang didampingi oleh Ketua Partai Golkar Batam, Ruslan Ali Washyim, dan diterima oleh para pengurus LAM Batam diantaranya Sekertaris Umum LAM Batam, Yang Mulia Raja Muhammad Amin, Wakil Sekretaris Yang Mulia Raja Erwan dan Wakil Sekretaris Datok Candra Ibrahim, serta para pengurus lainnya.

Makruf Mengaku Tak Berniat

Pada kesempatan itu, Makruf mengakui kesalahannya dan ia mengaku sama sekali tidak bermaksud sengaja melecehkan atau mempermainkan prosesi tepung tawar tersebut.

“Tidak ada niat saya untuk mempermainkan prosesi tepung tawar itu. Jujur itu spontanitas karena saya juga saat itu benar-benar terkejut, disambut dengan kompang dan tepung tawar,” jelas Makruf.

Dikatakannya begitu keluar dari ruang kedatangan, ia dan rombongan disambut oleh sejumlah kader Partai Golkar Batam dan Kepri termasuk Ketua Partai Golkar Batam Ruslah Ali Washyim dan Jadi Rajaguguk.

“Saya terkejut karena ada kompang dan ada pengalungan bunga, serta tepung tawar, jujur apa yang saya lakukan sebenarnya karena saya begitu terkejut, sebagai ungkapan kegembiraan saya dan berbagi kegembiraan kepada Pak Ruslan dan istrinya,” ujar Makruf.