MENGAGETKAN: Praktik Prostitusi Online Masih Ada Di Batam, Begini Modusnya..

KepriNews.co.id – Batam, Sempet heboh dan tertangkap pelaku kasus Praktik Prostitusi Online di kota batam beberapa tahun lalu. Kini muncul kembali Transaksi syahwat slahsatunya menggunakan jejaring sosial kembali muncul di Kota Batam.

Selain gunakan situs website atau blog para pelaku juga memanfaatkan media sosial WhatsApp, Blackberry Mesenger (BBM), pemilik akunnya memajang nama profil bertuliskan Batam Underground.

Menurut informasi dari seorang sumber yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan bahwa Praktik Prostitusi Online di kota batam pemilik akun Batam Underground dengan Pin BBM D9e0xxxx tersebut menawarkan jasa perempuan dengan tarif shortime seharga 1 juta rupiah.

“Akun itu jajakan wanita. Untuk sekali main dipatok harga 1 juta, dan open room,” kata sumber, Jumat (9/6/2017).

Pria berkulit hitam manis itu juga membeberkan kalau dirinya pernah iseng berkomunikasi berupa teks (text chat) dengan si pemilik akun. Dalam obrolannya, sumber ditawarkan jasa seorang wanita muda yang khusus untuk panggilan hotel saja.

Usai mengobrol dan telah sepakat dengan tarif yang ditawarkan, sumber pun langsung diarahkan ke salah satu hotel berbintang yang terletak di kawasan Nagoya Citywalk, Kota Batam.

“Saya disuruh datang ke sebuah hotel di Nagoya Citywalk. Kata dia, nanti disana ada wanita muda yang sudah menunggumu,” ungkapnya sembari memperlihatkan profil pengguna akun tersebut.

Sementara, menanggapi informasi yang demikian, Sekretaris IPNU Kota Batam, Kurnia Fajrison sangat mengutuk adanya praktik prostitusi online itu di Batam. Dia juga meminta kepada pemerintah dan pihak kepolisian untuk segera bertindak.

“Saya minta aparat terkait untuk segera bertindak. Apalagi ini bulan Ramadhan, harus diberantas,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Kepemimpinan Mahasiswa (FKM) Kota Batam, Edo Andrean yang meminta kepada Cyber Crime Polda Kepri untuk memblokir semua situs maupun akun prostitusi online di Kepri, khususnya di Kota Batam.

Dia berharap Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Pariwisata bertindak tegas terhadap keberadaan hotel-hotel yang disinyalir dijadikan sebagai tempat praktek bisnis lendir tersebut.

“Polisi dan pemerintah kota harus bertindak tegas memberantas ini,” tandasnya. (Kepri News /icm)