Kunjungan Menteri Keuangan RI Bersama Kapolri Terkait Narkotika Jaringan International

KepriNews.co.id, BATAM – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani bersama Kapolri Jenderal Pol.Tito Karnavian, meninjau hasil pengungkapan kasus Narkotika, di Pelabuhan Sekupang, Batam – Kepulauan Riau. Jum’at, (23/02/2018)

Pengungkapan 1.622 Ton Sabu dari Sindikat Narkotika Internasional oleh Satgas Mabes Polri dan Bea dan Cukai,  Turut hadir Gubernur Kepri, Kapolda Kepri, Dirjen Bea dan Cukai, Kabareskim, Kepala BNN, Danlantamal, Danrem dan Kejati, beserta Instansi terkait dan Muspida Provinsi Kepri.

Dengan terungkapnya penyeludupan Narkotika jenis Metaphetamine (Sabu) dalam jumlah besar yang terjadi dalam 2 bulan terakhir di tahun 2018, merupakan suatu ancaman yang serius dan merupakan sebuah duka bagi Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, Hari ini adalah hari dimana kita sebetulnya merasa sedih, dengan begitu sangat besarnya jumlah penyeludupan terutama sabu”, terangnya.

Dengan jumlah penyeludupan barang berbahaya terutama Methaphetamine (sabu) ke wilayah Indonesia, yang mana pada tahun 2017 dengan 342 kasus seberat 2.132 Ton., dan belum genap 2 bulan ditahun 2018 dengan 57 kasus sebanyak 2.932 Ton.

Menurutnya, unsur Pemerintah bersama masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kekompakan dalam beroperasi karena ini pasti akan terus,dan  tidak bisa menyetop suplainya.

“Kita harus meningkatkan ketahanan dan kemampuan untuk menjaga daerah perairanan maupun darat dari anggaran yang dialokasikan,” kata Menteri Keuangan RI.

Dengan meningkatkannya ancaman dari jaringan narkotika internasional, dimana Wilayah Kepulauan Riau khususnya Batam termasuk daerah paling rawan dalam penyeludupan barang-barang berbahaya (BB) yang akan masuk ke Indonesia.

Terutama daerah-daerah di perairan dengan mengevaluasi kemampuan speed (kecepatan) dan membela diri pada Kapal Patroli, “yang mana saat terditeksi memasuki wilayah NKRI dan dilakukan pengejaran, sering lari ke perairan internasional sehingga mempunyai alasan untuk tidak bisa ditangkap,” kata Ibu Mentri.

Indonesia dengan ekonomi yang semakin tumbuh dengan kelas menengah yang semakin meningkat, menimbulkan suatu pemikiran target pasar yang luar biasa besar. Sehingga cukup sering digunakan sebagai penyeludupan barang berbahaya (narkotika.dll) serta menjadi market yang potensial jaringan International.

Pada saat peninjauan langsung pengungkapan sabu 1.622 Ton, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengatakan, untuk itu kerjasama akan terus kita lakukan serta Koordinasi bersama TNI, BNN, Bea dan Cukai,  masyarakat, serta Otoritas negara-negara sahabat.

“Seperti tangkapan beberapa waktu lalu, kita saling bekerjasama menyampaikan informasi dengan otoritas kepolisian dan intelegen Tiongkok, Taiwan dan Hongkong,” ungkapnya.

Selanjutnya barang bukti akan di bawa ke Jakarta, oleh Tim Bareskrim Mabes Polri untuk dilakukan pemusnahan, “barang bukti 1.622 Ton ini akan kita bawa ke Jakarta, untuk dilakukan pemusnahan dalam kurun waktu 3 tiga minggu kedepan,” tutp Kapolri. (*)

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017