Kapolda Kepri: KP Baladewa 8002 Tangkap KIA Negara Vietnam Di Perairan Laut Natuna

KepriNews.co.id, BATAM – Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs Didid Widjanardi, SH, menghadiri terkait pengungkapan Ilegal Fhising yang dilakukan oleh Kapal Tangkap Ikan Asing yang beroperasi di wilayah perairan laut Provinsi Kepulauan Riaud- Indonesia. Selasa, (20/03/2018)

Dalam konferensi pers Kapal Polisi Baladewa – 8002 turut hadir, Kabid Humas Polda Kepri, Dirpolairda Kepri, Kapolresta Barelang, Kepala Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, di Dermaga Pelabuhan Batu Ampar, Batu Ampar – Batam.

“Kita ini negara maritim,  yang mana 96% di Provinsi Kepri merupakan wilayah lautan. Dengan demikian sesuai kebijakan dan perintah Bapak Presiden untuk mewujudkan negara maritim, kita melakukan tindakan terhadap semua hal yang bersifat ilegal yang terjadi di wilayah laut,” ungkap Kapolda dalam sambutan di atas Kapal Tangkap Ikan Ilegal Fhising.

Dan ini terbukti dengan tertangkapnya Kapal Ikan Asing (KIA) yang melakukan Ilegal Fhising pada tanggal 15 Maret 2018, di perairan laut Natuna Utara oleh Kapal Patroli (KP) Baladewa – 8002 Kesatuan Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair).

Lanjut, Irjen Pol. Drs Didid Widjanardi, SH mengatakan, Kejadian ini sangatlah tentu merugikan negara, yang mana sebelum tertangkap KIA tersebut sudah melakukan Transshipment (pemindahan muatan) ke Kapal pengangkutnya dan dikirim ke negara Vietnam.

“Modus operandi mereka ini, seolah-olah Kapal Tangkap Ikan mereka ini Kapal Indonesia. Dan barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, dua (2) bendera asing (Malaysia dan Indonesia), Dokumen palsu, empat (4) Kapal Tangkap Ikan, berikut awak kapal merupakan WN Vietnam,” terangnya.

Keempat kapal asing tersebut diamankan dalam waktu dan tempat yang berbeda yakni ditangkap di Koordinat : 05.48.510 ‘U – 105.58.497 ‘T,  06.10.190 ‘U – 106.17.702, 06.15.356 ‘U – 106.15.776’T, 06.11.389 ‘N – 106.09.528 ‘E di Perairan Natuna Utara – Provinsi Kepulauan Riau.

Kapal Tangkap Ikan yang berhasil diamankan berikut Awak Kapal diantaranya, KM. Sima – 050 / BV 4850 TS (8 Awak Kapal – WN Vietnam), KM. Sima – 0530 / KG 90592 TS (3 Awak Kapal – WN Vietnam), KM. Sima – 054 / KG 95337 TS (18 Awak Kapal – WN Vietnam), KM. SIMA 001 / KG 95366 (4 Awak Kapal – WN Vietnam).

“Selanjutnya barang bukti empat (4) Kapal Tangkap Ikan asal Vietnam ini kita serahkan ke PSDKP Batam, dan kegiatan ini akan tetap kita tingkatkan dan teruskan serta bekerja kerjasama dengan rekan partner dari PSDKP,” Tutup Kapolda Kepri.

Dari kegiatan Ilegal Fhising pasal yang dilanggar, Pasal 29 UU No.31 Tahun 2014 tentang Perikanan Sub Pasal 93 ayat 2 dan 4 Jo Pasal 69 ayat 4 UU No.45 Tahun 2019, tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 2014 tentang Perikanan. (*)

Iklan Wak
 Advertoria Sanford 18/9/2017