Rencana Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Bukan Isu dan Komoditi Politik, Dr Okcep Ardianto: Ini Sudah Ada Sejak RPJMD Pertama Kepri

Ketua harian ICMI Kepri Dr Lamidi menyerahkan piagam ke para narasumber dialog Bulanan ICMI Orda Kepri di Asrama Haji Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Rencana pembangunan Jembatan Babin (Batam Bintan) sampai saat ini masih dalam tahap wacana. Proyek pembangunan Jembatan Bintan ini selalu dihembuskan menjelang pemilu. Meski warga Kepri sudah lama berharap agar proyek ini lekas terealisasi, namun pembangunannya sampai kini belum kunjung dimulai.

Rencana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan ini sudah mencuat sejak 2006 ketika Gubernur Kepri dijabat Ismeth Abdullah. Panjangnya tidak Tanggung-tanggung, mencapai 14,75 km. Rencananya Jembatan ini di bangun dari Telaga Punggur hingga ke daerah Lobam, Bintan.
Biayanya pembangunannya diperkirakan mencapai Rp8,62 triliun.

BACA JUGA WAK:  Pengesahan RKUHP Resahkan Kalangan Pers, SMSI akan Gugat Melalui MK

Karena jembatan Babin tak kunjung terwujud, hingga masyarakat Kepri banyak menyebut kalau wacana Pembangunan Jembatan Babin itu hanya merupakan isu dan komoditi politik yang dihembuskan setiap menjelang Pemilu, termasuk menjelang Pilpres maupun Pilkada Gubernur.

Namun, tudingan rencana pembangunan jembatan Babin sebagai isu dan komoditi politik, ditapik oleh Dr Okcep Ahdianto.

Menurut Dekan FISIP UMRAH ini, rencana pembangunan Jembatan Babin tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri sejak 2006 ketika Ismeth Abdullah sebagai Gubernur Kepri.

BACA JUGA WAK:  Pengesahan RKUHP Resahkan Kalangan Pers, SMSI akan Gugat Melalui MK

“Karena pembangunannya memerlukan biaya yang besar, hingga sulit untuk direalisasikan meskipun masyarakat kepri sangat berkeinginan untuk memiliki Jembatan penghubung Pulau Batam dengan Pulau Bintan. Dan Kini rencana itu malah menjadi Program RPJMN,” sebut Okcep saat menjadi narasumber dalam dialog yang digelar ICMI Kepri di Asrama Haji, Tanjungpinang, Jumat (23/9/2022).

Selain Okcep Ardianto, dialog itu juga diisi oleh dua pemateri lain yakni Drs. H. Naharuddin, M. TP selaku Widyaswara Ahli Utama dan pernah menjabat sebagai Bapeda Provinsi Kepri selama tujuh tahun serta Dr. Susi Marni, SE, MM dari akademisi dan praktisi ekonomi.

BACA JUGA WAK:  Pengesahan RKUHP Resahkan Kalangan Pers, SMSI akan Gugat Melalui MK

Dialog yang digelar sebagai agenda bulanan ICMI Kepri itu dibuka oleh Ketua Harian ICMI Kepri Dr, Ir Lamidi, MM dan tema yang diangkat adalah tentang tentang ” Refleksi 20 Tahun Provinsi Kepri” untuk memperingati HUT ke-20 Provinsi Kepulauan Riau. (*/arl)