Pembelian BBM Subsidi di SPBU se-Kepri Didata, Karimun Jadi Wilayah Ujicoba

mypertamina

BATAM – Pemerintah mulai memperketat pembelian bahan bakar subsidi jenis pertalite dan solar. Untuk Wilayah Kepri, saat ini sedang dilakukan ujicoba di wilayah Karimun. Penerapan wilayah lainnya di Kepri akan dilakukan setelah uji coba dan sosialisasi di Karimun sukses dilakukan.

Menurut Agustiawan Humas Pertamina Zona Sumatera Bagian Utara, Pertamina ada program menata penggunaan bahan bakar subsidi agar tidak disalah gunakan.

“Untuk wilayah Kepri, saat ini Karimun kita jadikan tempat pelaksanaan ujicoba pendataan menggunakan website mypertamina.id,” terangnya.

Menurut Agustiawan, setiap kendaraan roda empat yang berbahan bakar solar dan pertalite mesti mengisi data di website mypertamina.id. Tujuannya, agar mobil tersebut tidak membeli bahan bakar subsidi berulang-ulang kali yang rawan disalahgunakan atau untuk melansir bahan bakar subsidi.

BACA JUGA WAK:  Imigrasi Sebagai Benteng Kedaulatan Negara yang Mempunyai Empat Fungsi

“Jadi, kedepannya, setiap kendaraan roda emat yang ingin membeli bahan bakar subsidi mesti menunjukkan kode QR (QR Code) MyPertamina. QR Code ini hanya bisa didapatkan setelah mengisi data di website mypertamina.id. Jadi tinggal tunjukan QR Code di android atau bisa di-print dan ditunjukkan ke petugas SPBU,” kata Agustiawan.

Menurutnya, untuk satu orang bisa mendaftarkan untuk beberapa kendaraan yang dimilikinya. “Jadi prin QR Code bisa ditarok di dashboard mobil, jadi siapapun yang mengendarai mobil itu bisa memberikan QR code itu ke petugas SPBU. Kalau tidak memiliki QR Code, ya kedepannya tidak bisa membeli BBM subsidi,” terang Agustiawan.

BACA JUGA WAK:  Cabjari Natuna Dapat Penghargaan dari Jaksa Agung Muda Kepatuhan Bidang Pidana Khusus

Dalam mengisi data mypertamina.id untuk mendapatkan QR code itu, sambungnya, yang dibutuhkan adalah upload KTP pemilik kendaraan, upload STNK, upload foto kendaraan tampak depan yang menampakkan nopol kendaraan, serta upload foto kendaraan tampak samping yang menunjukan jumlah roda kendaraan.

“Untuk kendaraan yang mati pajak, jangan khawatir. Yang mati pajak tetap bisa mendapat BBM subsidi dan pendataan di mypertamina.id ini tidak ada hubungannya dengan pajak kendaraan. Tujuan pendataan ini, untuk memaastikan pembatasan penggunaan bahan bakar perhatinya untuk kendaraan tersebut,” ucapnya.

BACA JUGA WAK:  Imigrasi Sebagai Benteng Kedaulatan Negara yang Mempunyai Empat Fungsi

Program Solar Subsidi atau Pertalite Roda 4 ini merupakan upaya agar penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran. Pembukaan pendaftaran-pun sudah dimulai sejak 1 Juli 2022 kemarin.

Pendaftaran ini bisa dilakukan secara online melalui website yang bisa dibuka dari HP/Komputer, maupun pendaftaran secara offline dengan mendatangi booth pendaftaran di area-area yang sudah ditentukan. (*/arl)