Rawan Penyelundupan, Enam Lori Digeledah Bea Cukai, TNI-Polri di Pelabuhan Roro Telaga Punggur

Aparat keamaan memeriksa kendaraan jenis lori yang keluar dari Pelabuhan Roro. (Foto: Hmas Beacukai Batam)
Aparat keamaan memeriksa kendaraan jenis lori yang keluar dari Pelabuhan Roro. (Foto: Hmas Beacukai Batam)

BATAM – Pelabuhan roro Telagapunggur yang selalu ramai keluar masuk berbagai kendaraan dari Batam dirazia oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dari Bea Cukai Batam bersama TNI, Polri dan ASDP. Razia dilakukan selama tiga hari berturut turut dari 3 Agustus hingga 15 AGustus 2022 lalu.

Hasilnya ditemukan beberapa kendaraan yang mencoba membawa barang yang mestinya dikenakan pajak yang akan diangkut keluar Batam.

BACA JUGA WAK:  Cabjari Natuna Dapat Penghargaan dari Jaksa Agung Muda Kepatuhan Bidang Pidana Khusus

Razia yang bertujuan untuk mengamankan hak-hak keuangan negara ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat akan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selama razia berlangsung, petugas gabungan mengamankan beberapa jenis kendaraan.

“Dalam operasi ini, kami memeriksa kendaraan berdasarkan analisis manajemen risiko. Selama periode operasi petugas mencurigai beberapa kendaraan sehingga harus dilakukan pemeriksaan fisik,” jelas Ambang Priyonggo, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam.

BACA JUGA WAK:  Imigrasi Sebagai Benteng Kedaulatan Negara yang Mempunyai Empat Fungsi

Ada enam kendaraan yang diperiksa fisik secara lebih mendalam. Kemudian petugas mendapatkan dua kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran. Dua kendaraan tersebut didapati membawa 12 pcs kasur bekas dan 12 box polyester resin kit. Petugas melakukan penegahan terhadap kedua kendaraan tersebut. Barang bukti dibawa ke kantor Bea Cukai Batam untuk diproses lebih lanjut.

BACA JUGA WAK:  Cabjari Natuna Dapat Penghargaan dari Jaksa Agung Muda Kepatuhan Bidang Pidana Khusus

Pelabuhan Roro Telaga Punggur merupakan salah satu jalur utama lalu lintas barang yang akan keluar dan masuk ke Batam. Dengan adanya kegiatan operasi bersama ini diharapkan APH bisa saling bersinergi untuk meminimalisir potensi-potensi pelanggaran yang ada.

Selain itu, Batam merupakan kawasan perdagangan bebas atau dikenal sebagai FTZ sehingga perlu dilakukan pengawasan ekstra dari satuan tugas Bea Cukai bersama APH lainnya dengan menerapkan strategi pengawasan yang modern dan menggunakan sarana operasi yang tepat guna. (*/arl)