Pelabuhan Roro Rawan Penyelundupan, Bea Cukai Batam, Polair dan Denpom Razia Bersama

Aparat foto bersama sebelum pelaksanaan razia bersama di pelabuhan Roro Telaga Punggur, Batam. (Foto: Dokumentasi humas beacukai Batam)

BATAM – Batam yang berbatasan dengan negara tetangga sangat dengan aksi penyelundupan. Selain untuk mengantisipasi barang berbahaya dan terlarang, Batam juga rawan terhadap penyelundupan barang-barang yang mestinya kena cukai termasuk barang bekas dari luar negeri.

Untuk memaksimalkan pengawasan di laut, pihak beacukai melalui Seksi Penindakan dan Penyidikan BC Batam melakukan operasi bersama Penertiban Pelabuhan Roro Telaga Punggur bersama Polisi Perairan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polair Polda Kepri) dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/6 Batam.

Operasi Bersama ini sebagai upaya pengamanan hak-hak negara dan pencegahan pelanggaran ketentuan perundang-undangan seperti yang diatur dalam PP Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

BACA JUGA WAK:  Imigrasi Sebagai Benteng Kedaulatan Negara yang Mempunyai Empat Fungsi

Anggota kegiatan operasi Bersama tersebut terdiri dari dua pejabat komandan operasi, satu pegawai sebagai ketua tim dan juga 19 pegawai sebagai anggota operasi bersama dengan Aparat Polisi Perairan Kepri dan Denpom 1/6 Batam.

Alboin Tudosan Hutabarat selaku ketua tim operasi mengatakan, operasi bersama ini merupakan edukasi kepada masyarakat mengenai aturan Kepabeanan yang berlaku di Kawasan Bebas.

BACA JUGA WAK:  Cabjari Natuna Dapat Penghargaan dari Jaksa Agung Muda Kepatuhan Bidang Pidana Khusus

”Kegiatan operasi bersama ini sangat bagus dan bermanfaat, selain melakukan penindakan tim operasi bersama juga memberikan pemahaman berupa edukasi kepada masyarakat terkait barang-barang yang termasuk ke dalam kategori barang larangan dan batasan dan pengetahuan mengenai dokumen serta kewajiban yang harus dipenuhi saat membawa barang keluar dari Batam,” kata Alboin di Pelabuhan Roro Punggur seperti dalam rilis Humas Bea Cukai Batam.

Anggota operasi Bersama, Andre Abriantyo, menjelaskan salah satu tujuan pelaksanaan operasi ini agar masyarakat mengetahui bahwa petugas yang melakukan operasi bersama mempunyai wewenang di pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan.

BACA JUGA WAK:  Cabjari Natuna Dapat Penghargaan dari Jaksa Agung Muda Kepatuhan Bidang Pidana Khusus

“Diharapkan ke depannya mereka siap dan bersedia jika petugas melakukan pemeriksaan atas kendaraan dan/atau barang yang di angkut didalamnya,” jelas Andre.

Dengan digelarnya operasi gabungan dengan instansi lain, diharapkan penegakan hukum Kepabeanan di Indonesia dapat dilakukan dengan lebih efektif. Terwujudnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi, tegakkan hukum untuk jaga negeri, demi Indonesia yang lebih baik. (*/arl)