Mimpi Jembatan Babin Kelamaan, Kemacetan Pelabuhan Roro Makin Panjang

Antre kendaraan di pelabuhan telaga pinggur. (Foto medsos warga)

TANJUNGUBAN – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Bintan (Babin) belum juga di mulai. Padahal Presiden dan sejumlah menteri sudah beberapa kali meninjau persiapan pembangunan jembatan Babin.

Wacana pembangunan jembatan babin ini sudah mencuat sejak 2004 lalu. Wacana itu selalu digaungkan pemerintah setiap tahun dan kini sudah 18 tahun. Namun Wujudnyatanya belum ada.

Setiap lebaran dan liburan sekolah, bahkan di akhir pekan, antrian panjang terjadi di Pelabuhan Kapal Roro Telaga Punggur, Batam dan Pelabuhan roro Tanjunguban, Bintan.

BACA JUGA WAK:  Jelang Salat Jumat, Masjid Tanjak Batam Diresmikan

Antrian panjang kendaraan juga terjadi sepuluh hari terakhir ini di kedua pelabuhan Tanjunguban dan Telaga Punggur. Antrean kendaraan roda empat dan roda dua ini panjang antreannya lebih dari 1 kilometer dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Demikian juga di pelabuhan Telaga Punggur Batam.

Di Tanjunguban antrean kendaraan mengular hingga Jalan Permaisuri, tepatnya hingga depan Bank Mandiri.

Sejumlah penumpang menggerutu dan berharap jembatan batam bintan lekas terwujud

BACA JUGA WAK:  Lahan Singapura Terbatas, EMA Incar Lahan Pembangkit Listrik Pulau Bulan

Antrean kendaraan yang akan melintas sudah mulai panjang sejak Kamis (5/5) siang sepanjang 400 meter dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban ke arah Jalan Imam Bonjol. Bahkan antrean semakin bertambah hingga tengah malam.

Jiman, Ketua RW 3 Tanjunguban, mengatakan, antrean pada Kamis malam sempat dikeluhkan warga karena mengganggu lalu lintas dan pintu masuk rumah dan pertokoan warga.

“Ya ini mulai antre dan warga komplain, jadi kami turun bantu tata parkir kendaraan,” ucapnya seperti dilansir luarbiasa.id grub siberindo.co.

BACA JUGA WAK:  Penerima 4,1 Kg Paket Ganja Dibekuk Aparat

Sementara itu, Salah seorang pengemudi yang hendak melintas ke Batam saat ditanya mengatakan jika dirinya sengaja mengantre mengikuti antrean yang panjang.

“Tadi saya mutar pasar sana tapi penuh, suruh antre. Jadi saya antre disini. Tak tahu lah berapa lama lagi masuk kapal. Tapi tak apa antre aja, hari ini atau besok yang penting mobil bisa nyebrang bang,” ungkap pengemudi yang mengaku warga Batam ini.(aan/arl)