Warga Tanjunguban Resah, Penghinotis dari Tanjungpinang Banyak Makan Korban

Pelaku hipnotis saat diperiksa polisi

BINTAN – Belakangan ini beberapa warga Tanjunguban, Bintan menjadi korban hipnotis. Selama dua bulan terakhir, sudah 7 warga yang diketahui jadi korban dihipnotis. Empat orang diantaranya sudah melapor ke polisi. Diperkirakan jumlah korban lebih banyak lagi.

Pelakunya dalah warga Tanjungpinang berinisial TJ (36). Modusnya pelaku beraksi di daerah jalan lintas Tanjunguban. Korban yang diincar pelaku hanya wanita dan lelaki tua.

“Pelaku mencari korban yang sedang berjalan yang diperkirakan pelaku calon korbannya tidak akan melakukan perlawanan. Setelah dapat, pelaku langsung minta korban untuk berhenti di tepi jalan. Selanjutnya, pelaku pura-pura kenal dengan korbannya lalu pura-pura menawarkan pekerjaan yang menggiurkan kepada korban,” sebutnya.

Lalu korban mengajak pergi bersama dengannya, setelah korban dibonceng dengan sepeda motor pelaku. Saat itulah pelaku mengarahkan kendaraannya ke tempat yang sepi berpura-pura akan menukarkan duit dollar ke rupiah kepada korban. Saat korban sudah memberikan sejumlah uang ke pelaku, pelaku langsung pergi meninggalkan korban di tepi jalan seorang diri dengan alasan akan membeli beberapa barang dan kembali lagi. Saat pelaku pergi korbannya baru sadar kalau dirinya telah ditipu dengan cara dihipnotis.

BACA JUGA WAK:  Pasien Covid-19 RSKI Batam 35 Orang, Dua Positif Omicron

Kata Kapolsek Suharjono, pelakunya sudah ditangkap. Penangkapan pelaku ini juga berlangsung dramatis dan polisi harus bergulat dengan pelaku di tengah orang ramai.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata tersangka ini merupakan residivis dalam perkara yang sama dan telah melakukan penipuan sebanyak 7 kali dalam 2 bulan terakhir di wilayah hukum Polsek Bintan Utara.

“Tersangka ini sengaja datang dari arah Tanjungpinang ke Tanjunguban untuk melakukan aksi kejahatan tersebut,” terang Kapolsek.

BACA JUGA WAK:  Dua TKI Diduga Kena Omicron, Brigjen Jimmy: Pekerja Migran Ikuti Aturan Karantina Ya!

Kapolsek mengimbau agar masyarakat yang pernah menjadi korban penipuan yang dilakukan tersangka TJ agar segera melaporkan. “Laporan yang masuk baru 4 orang,” kata Kapolsek.

Saat disinggung tentang penangkapan pelaku, kapolsek menyebutkan, penangkapan tersangka ini bagai syuting di film. Banyak warga yang memvideokan perkelahian antara polisi dengan pelaku saat penangkapan pada 14 November 2021.

“Tersangka ini dicari polisi karena banyak laporan. Setelah mencapat ciri-ciri pelaku akhirnya polisi mencari tersangka yang selama ini sudah meresahkan masyarakat. Saat ada masyarakat yang melihat pelaku di sebuah swalayan, Bhabinkamtibmas Tanjunguban Selatan Bripka Andika Aswar langsung mendatangi keberadaan pelaku,” kata Kapolsek.

BACA JUGA WAK:  Pasien Covid-19 RSKI Batam 35 Orang, Dua Positif Omicron

Tersangka ini, sambung Kapolsek, tidak mengindahkan iimbauan polri. Dia malah berusaha menghindar dan melawean saat dikejar. Akibatnya terjadi pergumulan antara tersangka dengan Bripka Andika Aswar.

“Anggota kota sempat mengalami lula-luka lecet karena perkelahian itu. Namun anggota kita tidak mau kehilangan buruannya dan terus berusaha memegang tersangka yang tertus memberontak dan memukul pelaku. Kemudian petugas dibantu oleh warga dan anggota TNI yang berada di dekat lokasi penangkapan. Berkat bantuan dari masyarakat dan anggota TNI tersangka berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Bintan Utara,” jelas Kapolsek. (*/arl)