Istri Bupati Natuna Dilantik Jadi Bunda PAUD dan Dekranasda Natuna

Bunda PAUD Kepri Dewi Kumalasari Ansar melantik Bunda PAUD dan ketua Dekranasda Kabupaten Natuna, Jumat.

NATUNA – Hj. Sepri Dwiani Wan Siswandi dilantik menjadi Bunda PAUD dan Ketua Dekranasda Kabupaten Natuna, Jumat (22/10). Pelantikannya dilakukan oleh Bunda PAUD Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar selaku ketua TP-PKK dan ketua Dekranasda Kepri.

Dewi mengatakan dengan dilantiknya Bunda PAUD dan ketua Dekranasda Natuna ini hendakya kedepan bisa segera bekerja membantu pemerintah. Semua organisasi, kata Dewi, proses dibentuknya karena dilatarbelkangi semangat berbuat untuk masyarakat dengan cara mengerahkan segala daya dan upaya dalam inovasi serta kreasi.

“Walupun memiliki tupoksi yg berbeda, namun Bunda PAUD dan Dekrasnada memiliki tujuan yang sama yaitu bagai mana pemberdayaan potensi daerah baik SDM maupun SDA, agar ikut mempercepat terbentuknya kesejahteraan masyarakat secara merata,” kata Bunda PAUD Kepri ini.

BACA JUGA WAK:  Dua TKI Diduga Kena Omicron, Brigjen Jimmy: Pekerja Migran Ikuti Aturan Karantina Ya!

Bunda PAUD sendiri merupakan simbol sekaligus mitra usaha dalam gerakan nasional pendidikan anak usia dini, keberadaan PAUD tidak bisa dipandang sebelah mata karena lembaga PAUD memiliki konsen yang tinggi dalam pola pendidikan anak di masa usia dini.

PAUD termasuk pondasi dan pilar utama dalam pembangunan manusia Indonesia karena usia dini merupakan periode emas atau golden age. Bagi perkembangan anak, untuk memperoleh proses pendidikan periode emas ini tidak dapat terulang kedua kali di mana otak dan fisik anak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dan masa emas anak akan terjadi ketika anak berumur 0-5 tahun.

BACA JUGA WAK:  Pasien Covid-19 RSKI Batam 35 Orang, Dua Positif Omicron

“Kita memiliki tanggung jawab yang besar terhadap tumbuh kembang anak karena anak adalah anugrah Allah. Anak merupakan amanah atau titipan dan menjadi harta paling berharga yang harus kita jaga dan kita  rawat,” katanya.

Pendidikan anak usia dini harus dilakukan secara holistik dan integratif yaitu menyeluruh.

Sementara Kehadiran Dekrasnada sendiri memiliki kemampuan untuk menghimpun segala potensi  pecinta dan peminat seni untuk mengembangkan produk kerajinan.

Dan di Natuna memiliki banyak potensi kerajinan yang perlu mendapat sentuhan. Diantaranya ada kerajinan rotan, tikar pandan yang merupakan kekuatan pengrajin di Natuna yang harus dikembangkan.

BACA JUGA WAK:  Pasien Covid-19 RSKI Batam 35 Orang, Dua Positif Omicron

“Banyak pekerjaan rumah yg harus kita tuntaskan bersama, terutama bagaimana meningkatkan kualitas produk kerajinan unggulan daerah. Sekarang kita memiliki era digital kita tidak bersaing dengan produk lokal saja namun bagai mana produk yang kita miliki dapat mengangkat nama baik Provinsi Kepri hingga di kenal di seluruh mancanegara,” pungkas istri Gubernur Kepri ini.

Hadir dalam kesempatan ini Bupati Natuna Wan Siswandi, ketua Bunda PAUD Natuna sekaligus ketua Dekranasda serta jajaran pengurus Bunda PAUD dan Dekranasda Natuna.(*/arl)