150 Atlet Lari Bertarung di Race Unpad MTR

Para pelari ikut turnamen Race Unpad MTR.

JATINANGOR – Meski masih dalam masa pandemi, pencarian informasi lomba lari di internet tetap tinggi. Ini salah satu indikasi bahwa para pelari yang terpaksa libur panjang ikut race lari lantaran terbentur Pandemi Covid 19, sudah merindukan race dan tentu juga semangat untuk menambah koleksi medali.

Race Unpad MTR digelar pada 19 September 2021 setelah tertunda dari rencana semula pada 27 Juni 2021. Acaranya menjadi offline race pertama yang digelar pada saat ini. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Palawa Indonesia bekerjasama dengan IKA Unpad ini, pun telah mendapat rekomendasi dari Dispora Jawa Barat melalui surat rekomendasi yang diterbitkan secara khusus beberapa bulan lalu.

Dispora Jabar memandang kegiatan ini sebagai bagian dari olahraga rekreasi atau sport tourism yang akan mendatangkan manfaat bagi Jawa Barat. Sebagai catatan, jumlah wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang berkunjung ke Jawa Barat Tahun 2019 mencapai 68.256.265 orang. Pada tahun 2020 jumlah wisatawan mengalami penurunan 49,57% dibandingkan tahun 2019 menjadi 37.419.029 orang. Penurunan jumlah wisatawan di Jawa Barat pada tahun 2020 disebabkan pandemi Covid-19 yang membuat wisatawan menunda dan membatalkan kunjungannya ke luar daerah. Pada tahun 2021 sampai dengan triwulan pertama, data menunjukkan penurunan 45% dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2020.

Rekomendasi atas kegiatan ini pun datang dari Dispora Jabar, selain juga dukungan dari Kemenparekraf. Pihak berwenang di Sumedang, dan juga Kampus Unpad pun memberi lampu hijau untuk menyelenggarakan acara yang digagas oleh Yayasan Palawa Indonesia (YPI) berkolaborasi dengan IKA Unpad ini. Selain itu, IdeaRun selaku pengelola Unpad MTR melaksanakan kegiatan ini dengan mematuhi peraturan terkait kondisi pandemi, termasuk Surat Keputusan Gubernur Jabar tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 dan juga CHSE Kemenparekraf.

Di antaranya membatasi jumlah peserta, yakni 150 peserta yang terbagi dalam dua kategori, 42K atau Trail Marathon dan 21K atau Trail Half Marathon. Pelari dan petugas diharuskan telah mendapat vaksin covid-19, dan wajib melaksanakan swab antigen sehari sebelum race. Apabila terdekteksi virus covid-19, maka pelari atau panitia wajib mengundurkan diri dan tidak diizinkan berada di lokasi kegiatan demi kepentingan kesehatan semua pihak yang terlibat.

Bukan hanya prokes kesehatan yang secara ketat diberlakukan, peserta harus mematuhi persyaratan mandatory gear yang harus dibawa sesuai ketetapan. “Kami akan melakukan cek terhadap perlengkapan wajib ini dalam beberapa kesempatan, termasuk secara random dilakukan di rute lari,” ujar Safrita Aryana, Direktur IdeaRun yang juga bertindak sebagai race director kegiatan ini.

Prokes yang ketat dan mandatory gear yang lengkap memang jadi persyaratan wajib peserta MTR 2021 ini selain bertujuan untuk pencegahan penularan Covid 19 juga untuk kenyamanan dan keamanan pelari.


Gunung Manglayang adalah salah satu gunung di Jawa Barat yang posisinya berada di belakang Kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Gunung ini, memiliki puncak dengan ketinggian 1.818 MDPL. Untuk menuju ke puncaknya, pelari akan disuguhi rute yang relatif technical dengan elevation gain sekitar 2.342m dan gradient 32%. Tingkat kesulitan yang sangat teknis ini dijadikan tantangan untuk ditaklukkan.

Arief Wismoyono yang baru saja menyelesaikan lomba lari trail 170km di UTMB Chamonix, Perancis, ini menjadikan Gunung Manglayang sebagai ajang latihan. “Saya jatuh cinta pada Gunung Manglayang, keren dan medannya lengkap,” ujar Mang Aip, begitu ia sering disapa. Ia pun membentuk Manglayang Academia sebagai wadah untuk berlatih lari, khususnya trail run. Dan, Manglayang cademia pun dipercaya menjadi pengawas rute Unpad MTR kali ini.


Dini hari, peserta kategori 42K sebanyak 30 orang dilepas tepat pukul 05:00; dan pelari 21K start pada pukul 06:30. Wajah-wajah cerah terpancar dari para peserta yang berdiri rapi di belakang garis start. Mereka tampak antusias menyambut gelaran MTR di Kampus Unpad Jatiangor, Sumedang. Lagu-lagu bernunasa UTMB yang diputar sekan menjadi pemompa semangat sebelum bendera start dikibarkan.

Ketua Panitia MTR 2021, Juston Pangaribuan mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang ikut berlomba di race ini. “MTR 2021 tetap melanjutkan program baby tree plant atau penanaman pohon untuk penghijauan. Kegiatan ini merupakan tradisi yang dilakukan sejak MTR 2015 dan 2016 lalu,” ujar Juston.(*/arl)

Pemenang MTR 2021

Pemenang Kategori FM Putra :

Juara 1 : Sobari Herdiana waktu : 05.45.08
Pemenang 2 : M. Yusuf Aprian waktu : 05.52.20
Pemenang 3 : Alan Maulana waktu : 05.52.20

Pemenang Kategori FM Putri :

Juara 1 : Septiana Nia Swastika waktu : 07.08.44
Pemenang 2 : Novita Wulandari waktu : 07.24.32
Pemenang 3 : Sulistia waktu : 09.02.23

Pemenang Kategori HM Putra
Juara 1 : Sobiri Haeurudin waktu : 02.29.30
Pemenang 2 : Dwi Setiono waktu : 02.53.22
Pemenang 3 : Rizal Jamaludin Akbar waktu : 03.25.52

Pemenang kategori HM Putri
Juara 1 : Desi Santika waktu : 03.50.28
Pemenang 2 : Afhni Noviana waktu : 04.18.29
Pemenang 3 : Debbie Novalina waktu : 04.48.53