Ini Cerita Pasien yang Mendapat Perlakuan Tidak Baik Oknum Keamanan di Rumah Sakit Awal Bros

Istimewa

KEPRINEWS.CO.ID, Batam – Seorang pasien di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) mengaku mendapat perlakuan tidak baik oleh keamanan belum lama ini.

Pasien berinisial MS menerima tekanan dan ancaman saat akan mendaftar untuk melakukan perawatan rutin di rumah sakit tersebut.

“Ini rumah sakit, bukan tempat hiburan,” Kata MS kepada wartawan memulai kejadian yang mengecewakan yang dialaminya di RSAB, Selasa, 10 Agustus 2021.

BACA JUGA WAK:  261 Orang TKI Positif Covid-19, Jalur Masuk dari Malaysia dan Singapura Diperketat

Dia menceritakan kedatangannya ke RSAB itu untuk mendaftarkan diri untuk menjalani pengobatan rutin. Pendaftaran ini sengaja dilakukan lebih cepat dari jadual perawatan agar bisa menentukan jam kedatangan.

Saat datang ke konter pendaftaran, katanya, sudah disambut dengan tidak baik. Dan tidak lama, tambahnya, ada dua oknum keamanan yang kurang bersahabat.

“Saya dengar, keamanan rumah sakit terus ngoceh dan bersikap yang kurang baik. Karena dalam kondisi sakit, saya tidak bisa apa-apa,” katanya.

BACA JUGA WAK:  261 Orang TKI Positif Covid-19, Jalur Masuk dari Malaysia dan Singapura Diperketat

Saksi yang mengantarkan MS untuk mendaftar saat kejadian mengatakan oknum keamanan itu beberapa kali tidak mampu mengendalikan emosinya. Oknum itu beberapa kali mengepalkan tangannya untuk mencoba memukul pasien.

“Setelah saya ingatkan, bahwa pasien sedang sakit, baru oknum itu agak mereda,” katanya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oknum keamanan itu tidak baik. Dan ia yakin, katanya, tindakan yang dilakukan oknum itu tidak sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

BACA JUGA WAK:  261 Orang TKI Positif Covid-19, Jalur Masuk dari Malaysia dan Singapura Diperketat

Sementara itu, RSAB, melalui staf bidang Quality Service Secure, Maria Yuli meminta maaf atas peristiwa ini.

“Saksi yang telah kami mintai keterangannya mulai dari sekuriti, petugas loket hingga para perawat. Jadi kami sudah mengetahui kronologi kejadiannya,” ujar Maria. (***)