Bupati Apri Serahkan 16 Aset Daerah ke Wako Tanjungpinang

Penandatanganan berkas serah terima set dari Pemkab Bintan ke Pemko Tanjungpinang.

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Sengketa aset antara Pemkab Bintan dengan Pemko Tanjungpinang berakhir. Proses tarik menarik aset ini sudah berlangsung sejak 20 tahun silam. Selesainya proses penyerahan 16 aset daerah dari Pemkab Bintan ke Pemko Tanjungpinang ini ditandai dengan penandatanganan dan serah terima aset-aset yang tersisa.

Sebelumnya sudah ada penyerahan aset ke Pemko Tanjungpinang dari Pemkab Bintan selaku kabupaten induk saat pemekaran 20 tahun silam. Penyerahannya dilakukan secara bertahap. Hal itu disampaikan Apri Sujadi selaku Bupati Bintan, Selasa (25/7/21) di sela-sela penyerahan aset.

“Kita mau serahkan semua aset-asetnya waktu itu. Namun pada saat itu Kota Tanjungpinang tidak mau menerima karena harus menerima dari segala sisi. Aset tidak diambil saat itu karena karyawannya juga harus diambil dan hutangnya harus dibayar. Gak mungkin kan? Jadi memang prosesnya tidak mudah,” katanya.

Apri mencontohkan aset  BUMD. Menurut Apri, itu bukan punya Bintan dan aset itu sudah punya aset  BUMD. “Kalau mau diambil serta merta BUMD juga diambil,  jangan asetnya saja,” sebutnya.

Kita sudah serahkan ke Tanjungpinang, namun tidak mau. Itu sudah sejak awal kita suruh. Namun tidak diambil. Jangan asetnya saja, BUMD-nya jangan tinggal. Karena BUMD punya hutang,” ungkapnya.

Sementara Walikota Tanjungpinang Rahma mengatakan, terkait penyerahan aset antara pemerintah Bintan dan Tanjungpinaang sudah selesai. Dari hasil kata sepakat dengan 16 item aset yang diserahkan.

Aset yang diserah terimakan itu terdiri dari Kantor Disduk Capil Bintan, Kantor Kesbangpol Bintan, Kantor Tenaga Kerja dan Koperasi Bintan, Kantor DLH Bintan, Gudang Farmasi,  lapangan golf dan beberapa aset gedung yang semuanya berada di Kota Tanjungpinang.

“Ini tidak terlepas dari inisiasi oleh KPK dan juga peran Kajari Tanjungpinang, Kajari Bintan. Termasuk juga peran Bupati Bintan dan Gubernur Kepri. Alhamdulillah, hari ini sudah selesai setelah 20 tahun diperjuangkan. Akhirnya, tercapai satu kesepakatan pengembalian aset Tanjungpinang. Ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, ” ucap Rahma.(cr11)