Mahasiswa Pertanyakan Kinerja 100 Hari Ansar-Marlin

HMI saat demo 100 hari kinerja gubernur Kepri di kantor Gubernur Kepri di Dompak

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Sudah 100 hari Kepemimpinan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan wakilnya Marlin Agustina. Gubernur Kepri ini dilantik pada Kamis 25 Pebruari 2021 oleh Presiden Republik Indonesia.

Biasanya, pemimpin baru selalu memiliki gebrakan kinerja diawal masa kerjanya. Hal ini untuk menunjukan indikasi keseriuasan dan kemampuan gubernur yang baru terpilih. Namun karena tidak ada gebrakan yang signifikan dirasakan masyarakat membuat Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tanjungpinang Bintan menggelar unjuk rasa di depan pintu gerbang pos Kantor Gubernur Provinsi Kepri Dompak. Mahasiswa yang demo hanya 8 orang mahasiswa pada , Senin (7/0/2021 ).

Mahasiswa yang unjuk rasa dijaga ketat oleh pihak Polres Tanjungpinang dipimpin Kabag Ops AKP Reza Anugerah AP SH SIK serta Satpol PP Provinsi Kepri. Mahasiswa menuntut ukti kinerja 100 hari masa kerja Gubernur Kepri serta mempertanyakan penanganan recovery ekonomi dalam masa Pandemic Covid 19.

Mahasiswa dalam orasinya menyebutkan, tidak nampak bukti knerja gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. “Tidak nampak hasil dari semua wacana dari gubernur seperti dijanjikan dimasa kampanye. Belum ada tanda-tanda perubahan. Mestinya ada indikasi dan tanda-tanda realisasi wacana 7 progaram unggulan yang dijanjikan dimasa kampanye. Semua belum terlihat hingga sekarang,” kata mahasiswa dalam orasinya.

Pedemo membuat pernyataan sikap dalam mengevaluasi 100 Hari kinerja Gubernur Kepri dalam penanganan pandemic Covid 19 dan strategi pemulihan ekonomi dan kebijakan.

“Kami mendesak Pemprov Kepri meningkatkan sarana fasilitas kesehatan guna menunjang penanganan Covid 19. Kami juga mendesak transparasi pemulangan 7000 pekerja Migran di Kepri. Kami juga mendesak Pemprov Kepri segera menghadirkan solusi yang konkrit terhadap pemulihan perekonomian. Kami Minta Pemprov Kepri tranparans dalam mengelola labuh jangkar sebagai penunjang PAD Kepri. Kami mendesak Pemprov Kepri mengusut tuntas dan menindak tegas Korporasi dan Oligarki Tambang yang merusak lingkungan di Pemprov Kepri. Pemprov harus merealisasikan 7 program unggulan yang dikobar-kobarkan selama masa kampanye. Usut Tuntas dugaan penyalahgunaan dana hibah Dispora Kepri yang merugikan keuangan daerah lebih kurang Rp5,6 miliar,” teriak pedemo.

Meski pedemo hanya 8 orang, namun petugas keamanan tampak ramai melakukan pengamanan. Setidaknya ada 125 personil keamanan yang berjaga-jaga.

Kabag Ops Polres Tanjungpinang AKP Reza Anugerah AP SH SIK menjelaskan dalam pengamanan aksi unjuk rasa personel yang diturunkan sebanyak 125 orang.

“125 orang personel gabungan dari Polres Tanjungpinang dalam mengamankan aksi mahasiswa hari ini, ” jelasnya.(cr11)