Delapan Aset yang Masih Dikuasai Pemkab Bintan Diverifikasi

Kantor Kesbang Kabupaten Bintan yang mestinya sudah menjadi aset Pemko Tanjungpinang sejak 18 tahun lalu dan kini masih dikuasai Pemkab Bintan

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Delapan aset milik Kabupaten Bintan yang berada di wilayah Kota Tanjungpinang telah diverifikasi oleh kedua belah pihak pada Senin (6/5/2021). Delapan aset ini baru sebagian dari puluhan aset yang disengketakan Pemko Tanjungpinangyang masih dikuasai oleh Pemkab Bintan.

Pemeriksaan fisik dihadiri oleh Ketua Tim Penyerahan pelaksanaan aset sekaligus Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara. Hadir dari Kejari Tanjungpinang, Perry Ritonga selaku Kasi Pengelolaan Barbuk dan Barang Rampasan, Staf BPKAD bidang Aset Pemko Tanjungpinang, serta Sugito sebagai Kabid BPKAD Kabupaten Bintan dan BPN Kota Tanjungpinang, Kamis (06/05 ).

Proses Verifikasi diawali dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kepri Jalan Basuki Rahmat, Gedung Bintan Expo Center Jalan Ahmad Yani, Gedung Serbaguna Asrama Haji, Kantor Kesbangpol Kabupaten Bintan, Disdukcapil Kabupaten Bintan, Gedung Farmasi dan Rumdis, Kantor Bappeda Kabupaten Bintan dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dulunya Kantor PKK Bintan) di jalan Ahmad Yani.

Kepala Seksi Intel Kajari Tanjungpinang Bambang Heri Purwanto menjelaskan, untuk verifikasi aset yang dikuasai oleh Bintan, sudah kita verifikasi pada hari ini sebanyak ada delapan aset.
“Untuk kelanjutannya insya Allah akan kita laksanakan verifikasi selanjutnya pada Senin 10 Mei 2021, dan langkah berikutnya tentu kita serahkan ke tim dulu untuk mediatornya yang diketuai oleh Kasi Datun untuk menghadirkan masing-masing pihak baik Pemko Tanjungpinang maupun Kabupaten Bintan setelah verifikasi tentu di lakukan pendataan terkait kepemilikan,” ujarnya.

Bambang menambahkan, kegiatan untuk mengecek kondisi fisik, namun mereka belum melihat data kepemilikan. “Artinya saat ini kita bisa melihat secara bentuk fisiknya.
Alhamdulillah proses pengecekan kondisi fisik bangunan tidak mengalami kendala apapun, memang dari pihak Pemko Tanjungpinang dan Kab Bintan sama sama memiliki itikad baik untuk menyelesaikan terkait masalah aset ini,” tutur Bambang.(cr11)