Kajari: Jika Perkara Guan Seng Menyimpang Laporkan ke Saya

Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG- Kasus yang melibatkan seorang apek berusia 81 tahun menimbulkan berbagai cerita. Perkara Guan Seng alias Henky yang sudah ditetapkan menjadi tersangka kini hangat dibicarakan. Bahkan sempat heboh tentang informasi lobi-lobi perkara yang mengait-ngaitkan nama Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono SH MH.

Joko yang dihubungi terkait isu yang beredar mengaku sudah mendengar adanya cerita itu. Informasinya sudah hampir sebulan ada makelar kasus yang mau melobi Joko dengan iming-iming uang Rp1,5 miliar agar kasusnya ditutup. Kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Nguang Seng terhadap pelapor Laurence M Takke nilainya mencapai Rp7,6 miliar dengan 34 Surat Kepemilikan Tanah (SKT).

BACA JUGA WAK:  Delapan Aset yang Masih Dikuasai Pemkab Bintan Diverifikasi

“Saya sudah dengar ceritanya mbak. Itu cerita lama. Bahkan saya pernah dengar rekamannya,” kata Joko sambil tertawa.

Hingga saat ini pihak Kajari Tanjungpinang belum menerima  tersangka Guan Seng alias Henky dari pihak kepolisin. Sebelumnya pada hari Rabu 21 April 2021 Guan Seng dijemput oleh beberapa anggota Satreskrim Polres Tanjungpinang dengan menunggu hampir satu jam tersangka keluar dari rumahnya. Tersangka yang duduk dikursi roda saat itu mengenakan baju piyama putih didampingi istrinya.

BACA JUGA WAK:  BPN Batalkan Permohonan Legalitas 13 Aset dari Pemkab Bintan

Setiba di kantor Kejaksaan sekira pukul 16.30 wib tersangka menggunakan tongkat masuk ke kantor kejaksaan. Setelah beberapa menit terdasangka kembali dibawa ke Polres Tanjungpinang.

Keesok harinya awak media mendatangi kantor Reskrim Polres Tanjungpinang melihat tersangka menggenakan baju kemeja warna merah jambu duduk bersandar di kursi di ruang pemeriksaan Reskrim Polres Tanjungpinang.

Namun Menurut Kajari perkaranya bukan tidak dilanjut tahap 2 perkara itu tapi timbulnya kesulitan-kesulitan yang tidak pernah diketahui.

“Pertama, karena tersangka Guan Seng sakit.  Kedua, kebetulan datangnya di luar jam kantor, sehingga petugasnya sudah pulang. Karena membawa tersangka mengalami kesulitan. Kesulitan-kesuliatn ini yang tidak pernah diketahui,” ungkap Kajari.

BACA JUGA WAK:  Delapan Aset yang Masih Dikuasai Pemkab Bintan Diverifikasi

Ternyata ada kabar-kabar miring dengan adanya praperadilan Polres Tanjungpinang hingga pengaduan ke Propam Polda Kepri. Malah petugas yang berusaha menegakan keadilan dilaporkan kemana-mana. Dengan tujuan mempengaruhi penanganan perkara ini.

“Di luar dihembuskan kabar miring. Tujuannya mempengaruhi penanganan perkara ini. Ini saya dengar pertama saya menginjakan kaki di Tanjungpinang. Saya harap temen-teman objektif dan mengawasi prosesnya. Kalau ada yang menyimpang laporkan ke saya,” katanya.(cr11)