Cocok Diterapkan di Kepri, Begini Cara Menghasilkan Air Bersih Hemat Listik

warga memanfaatkan air bersih yang diproduksi dengan listrik tenaga matahari di Mamuju Sulawesi barat

KEPRINEWS.Co.ID, MAMUJU – Kepri yang merupakan daerah kepulauan selalu dihadapkan dengan masalah terbatasnya air bersih. Terutama saat kemarau. Hal itu karena Kepri merupakan daerah kepulauan hingga air bersihnya mayoritas mengandalkan air sumur, dan waduk tadah hujan. Ternyata ada cara jitu seperti yang dilakukan menerti PUPR di daerah Mamuju.

Di wilayah Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat kementerian PUPR membuat enam titik sumur bertenaga matahari. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kesulitan air bersih bagi warga pasca bencana Gempa Bumi di wilayah Majene dan Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA WAK:  Angka Kematian Covid-19 Meningkat, Larangan Mudik Diperketat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menuntaskan pembangunan sumur bor di enam titik itu. Hal ini sebagai upaya untuk penyediaan air bersih bagi warga terutama di saat bencana yang sangat membutuhkan air. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi sangat penting untuk keperluan sehari. “Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian,” kata Menteri Basuki. 

Pembangunan sumur bor di enam titik itu dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Enam titik tersebut yakni di Stadion Manakara, Kantor Gubernur, Korem 142 Mamuju, Polda Sulawesi Barat, Terminal Simbuang, dan Desa Mekkata. 

BACA JUGA WAK:  Mulai Akhir 2021 Jakarta akan Bebas dari Banjir

Kepala BWS Sulawesi III Taufik mengatakan, saat ini sumur bor di enam titik tersebut telah selesai dibangun dan sudah dimanfaatkan warga sekitar.

 “Pompa sumur bor tersebut dioperasikan menggunakan tenaga surya (matahari) sehingga jika suatu saat terjadi bencana atau gangguan listrik, pompa tersebut masih bisa menyuplai air bersih,” tutur Taufik. 

Dari keenam titik yang dibangun, dikatakan Taufik, yang terbesar adalah di Stadion Manakara dengan debit hingga 3 liter/detik, sementara sisanya memiliki debit 0,7-1 liter/detik. “Semua sumur bor tersebut dilengkapi dengan menara air dan hidran umum berjumlah hingga 4 unit sehingga dapat digunakan oleh masyarakat banyak sekaligus,” ujarnya.

BACA JUGA WAK:  Viral, KK Nama Anak Ditulis Pembantu, Begini Kata Penjelasan Dirjen Dukcapil

Untuk pengoperasiannya, menurut Taufik selanjutnya akan diserahkan pemeliharaannya ke Pemerintah Daerah terkait. “Diharapkan dapat dijaga dengan baik agar dapat terus bermanfaat untuk mensuplai air bersih terutama di saat darurat seperti bencana,” katanya.(*/erl)

Sumber website kementerian PUPR