Didatangi Ratusan Petani, Kampung Lome Mencekam

Polisi berjaga-jaga agar petani dan pekerja PT BMW tidak bentrok.

BINTAN – Suasana jalan raya Lome, Gubung Kijang, Bintan tiba-tiba ramai dua hari terakhir. Hal ini karena pihak PT BMW memasang portal menutup jalan akses ke kebun warga. Akibatnya, ratusan petani tidak bisa masuk ke lahan yang selama ini mereka garap.

Informasi yang berhasil diperoleh, para petani tidak diperbolehkan melintasi jalan tanah itu sejak tiga hari terakhir. “Yang melarang adalah beberapa pria bertato yang mengaku sebagai pekerja perusahaan. Sempat terjadi keributahn dengan beberapa orang petani, hingga puncaknya terjadi pada Sabtu (24/4/2021) sore. Ratusan petani berkumpul untuk menghancurkan portal dan pos yang dibagun oleh pihak PT BMW. Pos itu berdiri di pintu masuk menuju lahan garapan.

Namun upaya warga ini cepat diketahui pihak kepolisian hingga ada warga yang melapor. Mengetahui ada perselisihan antara petani dan pihak perusahaan, puluhan polisi berseragam dari Polres Bntan dan dari Polsek Gunung Kijang langsung melakukan Ariun, salah satu petani mengaku sudah bertahun-tahun ia memanfaatkan lahan negara yang terlantar itu, sebelumnya tidak ada yang melarang ia masuk ke kebun yang dia olah.

“Tiga hari lalu, saat mau nanam pisang, tiba-tiba postalnya tdiak bisa dibuka dan petani tdiak diperbolehkan masuk. Sekarang kami ingin agar portal itu dihancurkan dan pos yang dibagun perusahaan ini dimusnahkan,” ucap hariun yang didukung tepuk tangan rapusan petani lainnya.

Para petani juga mengaku heran, kok BMW mengklaim itu lahan mereka sementara batas lahannya juga tidak ada serta lahannya sudah terbengkalai sejak 1993 silam.

“Menurut UU Agraria, alokasi lahan untuk perusahaan hanya berlaku 20 tahun. Ini sudah hampir 30 tahun dan ditelantarkan, hingga merugikan negara dan masyarakat,” ucap warga lainnya.

Akhirnya perwakilan pihak petani dan perwakilan pihak perusahaan Raja dipertemukan di pos keamanan. Hanya saja, dalam pembahasan sekitar 30 menit tidak ada kesimpulan dan masing-masing bertahan dengan pendirian masing-masing.

Pihak Polres Bintan meminta agar perwakilan petani dan perwakilan perusahaan datang ke Polres Pada Senin (26/4/2021) untuk menanyakan legalitas kedua belah pihak.

“Untuk sementara petani jangan masuk dulu ke portal yang sudah ada sampai ada kejelasan dari pertemuan yang akan kita gelar di Polres Bintan,” Kata Kabag Ops Polres Bintan AKBP Sembiring dalam mediasi itu.

Permintaan pihak pores ini sempat ditolak warga karena jika kebun mereka tidak dilihat, tentu tanaman dan ternah warga terancam. “Tapi untuk dua hari ini kita maklumi. Kita tidak akan masuk ke portal tersebut. Mestinya, pihak perusahaan juga tidak boleh berada di loaksi tersebut dan bukan hanya pertani sajayang dilarang mendekat,” celoteh seorang petani.(r/tnt)