Bapak Perkosa Anak Gadisnya di Depan TV

tersangka pemerkosa anak kandung saat diamankan polisi

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Persetubuhan antara ayah dan anak terungkap. Kini sang bapak diamankan polisi. Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko, mengakui adanya pengungkapan kasus persetubuhan antara bapak dan anak ini.

Kronologis terungkapnya pada Senin 22 Februari 2021 lalu sekira pukul 01.30 wib ibu korban melihat suaminya sedang mencoba menyetubuhi anak kandungnya.

Lantas ibunya menanyakan kepada bunga. Lalu bunga menceritakan bahwa sekitar bulan Desember 2020 sekira pukul 23.00 wib dirinya sedang tidur di depan ruangan televisi (TV) bersama ayahnya, lalu ayahnya memperkosa anak kandungnya itu.

“Bapaknya memaksa bunga  untuk melakukan hubungan badan dan jika tidak mau diancam ditusuk menggunakan pisau,” ungkap AKP Dwihatmoko, S.H., S.I.K

Setelah mengetahui hal tersebut, pelapor melaporkan ke Polres Bintan untuk pengusutan lebih lanjut sehingga terbitnya Laporan Polisi Nomor: LP-B/19/II/2021/Kepri/Res Bintan, tanggal 22 Februari 2021.

Akibat dari perbuatan sang ayah dijerat dengan Tindak Pidana yang berbunyi

 ”Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain“ sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 Ayat (1) dan ayat (3) Jo Pasal 76D Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 K.U.H.Pidana.

Barang bukti yang telah diamankan oleh Penyidik yaitu 1 (satu) helai baju kaos lengan pendek warna putih dengan lengan warna pink, 1 (satu) helai celana pendek warna putih dengan garis warna pink, 1 (satu) helai celana dalam warna ungu, dan 1 (satu) helai celana dalam warna abu-abu

“Dengan ancaman pidana paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana. Saat ini terlapor masih ditahan oleh penyidik di Polres Bintan,” jelasnya.(cr11)