Ayo Lapor Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak ke UPTD PPA

Peresmian Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Sebagai langkah bagi penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang meresmikan Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). Peresmiannya oleh Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma S.IP dengan pembukaan papan nama dan penguntingan pita, di Kantor UPTD PPA Jl. Melayu Kota Piring No.1, Senin (12/4).

Kata Rahma, perempuan dan anak merupakan bagian yang sangat penting dalam kondisi berkelanjutan suatu bangsa.

“Pemerintah berkewajiban memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia kepada setiap warga negara termasuk perempuan dan anak. Perempuan dan anak masih menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai kekerasan dan di perlakukan diskriminatif. Dalam upaya mewujudkan perlindungan perempuan dan anak, perlu kerjasama pemerintah dan masyarakat untuk bermitra dalam menangani segala permasalahan yang ada,” ucap Rahma.

BACA JUGA WAK:  BPN Batalkan Permohonan Legalitas 13 Aset dari Pemkab Bintan

Rahma menambahkan, pemerintah berupaya memberikan sarana dan prasarana dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Dengan dibentuknya UPTD PPA dapat memberikan pelayanan bagi perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskrimininasi, perlindungan khusus, dan masalah lainnya,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Rahma berharap penanganan kasus dapat dilaksanakan secara maksimal, juga kerjasama dari berbagai pihak dalam upaya mewujudkan tanjungpinang yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak.

BACA JUGA WAK:  Delapan Aset yang Masih Dikuasai Pemkab Bintan Diverifikasi

“Dengan adanya kantor UPTD PPA ini diharapkan dapat menangani semua kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diperkirakan jumlahnya di masyarakat masih banyak dan baru sebagian kecil yang melapor,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang Rustam, SKM, M.Si menambahkan, pembentukan UPTD PPA berfungsi menyelenggarakan layanan pengaduan, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, serta pendampingan korban.

Rustam juga menjelaskan jumlah kasus kekerasan pada tahun 2021 sejak januari sampai dengan maret terjadi 8 kasus perempuan dan 14 kasus anak.

“Ini angka yang didapat dari korban yang berani melapor saja, sedangkan diluar sana masih banyak yang tidak berani melapor karena alasan-alasan tertentu,” ujarnya.

BACA JUGA WAK:  Delapan Aset yang Masih Dikuasai Pemkab Bintan Diverifikasi

“Atas dasar itu, kita buka aksesnya agar masyarakat mudah melapor atau berkonsultasi. Bagi masyarakat yang melihat, mendengar, atau mengalami kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa melapor melalui Aplikasi Cek Dare dari playstore, hotline khusus 082286719448 atau datang langsung ke kantor UPTD PPA di jalan kota piring nomor 1 Tanjungpinang,” jelas Rustam.

Turut hadir dalam peresmian tersebut perwakilan dari Polres Tanjungpinang, Dinas PPPA PPKB Provinsi Kepri, Dinas Sosial, Bapas Tanjungpinang, beberapa perwakilan Polsek, Unit PPA Polres Tanjungpinang, perwakilan Camat dan Lurah, serta Forum RW/RT Kelurahan Melayu Kota Piring. (*/tnt)