Ajudan Bupati dan Empat Pejabat di Bintan Diperiksa KPK lagi

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa lima saksi di Mapolres Tanjungpinang, Senin (5/4/2021)

Ini pemeriksaan lanjutan yang dilakukan penyidik terkait dugaan pengaturan barang kena Cukai dalam pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kabupaten Bintan Tahun 2016 s/d 2018.

Plt Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri membenarkan KPK tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi dan kembali dilakukan pemeriksaan saksi.

BACA JUGA WAK:  Jumlah Pasien Baru Covid 19 di Tanjungpinang Meningkat Drastis

Sementara Kepala BP Kawasan Bintan, Mohd Saleh H. Umar telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (31/03/2021) kemarin, di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan, juga sebagai saksi.

“Kelima orang tersebut diantaranya, Alfeni Harmu, Staf Bidang Perindag dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan Bintan Wilayah Kabupaten Bintan & Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan di DPMPTSP Kabupaten Bintan, Yurioskandar  Anggota dua Bidang Pelayanan Terpadu BP Bintan, Rizki Bintani Kasubag Fasilitasi dan Koordinasi Pimpinan Kabupaten Bintan / Ajudan Bupati Bintan Periode 2016-2021, yang juga Ajudan Bupati Bintan 2016-2021, ” ungkapnya melalui pesan singkat.

BACA JUGA WAK:  Jumlah Pasien Baru Covid 19 di Tanjungpinang Meningkat Drastis

Kemudian Mardhiah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kab. Bintan, ex Kepala BP Bintan 2011-2016, serta seorang pensiunan PNS bernama Restauli. 

“Keterangan detailnya telah tertuang dalam BAP penyidik KPK yang akan dibuka untuk umum dalam proses persidangan”. pungkasnya. (cr11)