Kerajinan Besek Masih Bertahan Diera Globalisasi

ISTIMEWA

KEPRINEWS.CO.ID,Kabupaten Semarang – Produsen besek bambu di masa sekarang harus bisa bertahan ditengah kondisi perekonomian di tengah Pandemi apalagi maraknya besek plastik yang semakin membuat produsen besek bambu semakin terpuruk.

Dengan adanya produksi usaha anyaman bambu tersebut, sangat tergantung dengan datangnya permintaan pembeli, sehingga menjadikan produk potensi lokal tidak nampak menonjol di tengah hingar bingar pemerintah Desa yang sedang berlangsung kegiatan TMMD Reguler ke-110 Kodim 0714/Salatiga.

Di sela-sela istirahat bekerja dalam kegiatan TMMD, Koptu Haris(38) mendatangi rumah Suryati(35) yang sedang sibuk mengerjakan kerajinan bambu berupa besek di Dusun Sarimulyo RT 03/04 Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

Kehadiran TNI tersebut membuat kegiatan Suryati berhenti, namun Koptu Haris meminta agar kegiatan tersebut dilanjutkan, sedikit mendekat untuk melihat lebih jelas cara membuat kerajinan dari bahan bambu berupa besek tersebut.

“kegiatan kerajinan dengan menggunakan bambu ini, seperti yang dilakukan oleh sebagian kecil warga Dusun Sarimulyo Dalam sehari mampu membuat 90 sampai 100 Setelah terkumpul akan di ambil oleh seorang pengepul, untuk dipasarkan ke Kota Salatiga dan Kota Boyolali dengan kisaran harga perbiji 700 rupiah,” terang Suryati.

”Semua menjadi bahan laporan ke pimpinan, sehingga minimal instansi terkait bersama pemerintah Desa Ketapang, bisa memberikan pelatihan tentang berbagai inovasi produk dan cara pemasaran lewat online,” pungkasnya.