Prajurit TNI dengan Semangat dan Wajah Gembira Melangkah Menuju ke Lokasi TMMD

ISTIMEWA

KEPRINEWS.CO.ID KABUPATEN SEMARANG – Raut wajah anggota Satgas TMMD ke- 110 dan warga di Desa Ketapang Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang tampak sumringah. Dia gembira menyaksikan jalan di kampungnya yang dulu jelek kalau lewat dan sekarang udah ada pembangunan di sana.

Keceriaan warga masyarakat itu beralasan. Sejak dulu sampai sekarang, warga hanya mampu membangun dengan penambahan dengan menggunakan tanah padas saja. Kalaupun hujan itupun sangat becek dan licin sehingga warga banyak yang putar balik kearah jalan lain.

Sejak itu, warga mengusulkan kepada aparat desa setempat untuk di bangun jalan betonisasi melalui Program TMMD karena rakyat merasa lebih dekat dengan TNI.

Pada awal Maret Kodim 0715/Salatiga melakukan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 Tahun 2021 di Desa Ketapang Pengecoran jalan dengan betonisasi menjadi salah satu target program itu. Kepala Desa, tokoh masyarakat dan warga sempat ragu-ragu menanggapi rencana itu. Pasalnya warga hanya punya tenaga dan tanpa modal finansial. Namun, kekhawatiran itu sirna ketika Komandan Distrik Militer (Dandim) 0714/Salatiga, Letkol Inf Loka Jaya Sembada memimpin Satgas TMMD ke lokasi kegiatan fisik TMMD.

Seluruh warga gembira menyambutnya. Kehadiran Satgas TMMD, ibarat dewa penolong. Keceriaan tampak sekali di Desa Ketapang, basis kegiatan TMMD.

Mereka mulai kerja bareng. Setiap hari, ratusan warga pria dan wanita dewasa hingga anak-anak usia sekolah bersama Satgas TNI bahu-membahu mengecor jalan.

Satgas TNI dinilai Kepala Desa Niam (50), memberi banyak nilai positif kepada warga. Kehadiranya mereka di kampung tak hanya menghadirkan kenangan baru di Ketapang, akan tetapi mereka meninggalkan pesan moral tak ternilai yakni semangat kerja keras, gotong-royong, kebersamaan dan solidaritas.

“Tidak terbayangkan sebelumnya. Ternyata pekerjaan yang besar dan seberat apapun bisa diselesaikan dengan gotong-royong,” ujar Niam.

Kepala Desa terharu menyaksikan kebersamaan prajurit TNI dan warga. Kedekatan dan keakraban telah menjauhkan jarak dan cara pandang masyarakat terhadap korps berbaju loreng yang dianggap angker dan kasar.

(Pendim 0714/Salatiga)