Dilaporkan Komisarisnya ke Polisi, Begini Kata Dirut PT Triado Jayano Abadi

Maidonis PT Triado Jayano Abadi

KEPRINEWS.CO.ID, BATAM – Direktur Utama PT Triado Jayano Abadi berinsial MD yang dilaporkan komisarisnya ke Podla Kepri mengaku sudah memenuhi panggilan polisi. Menurut MD, ia sudah yang didampingi kuasa hukumnya sudah menerangkan apa yang dipermasalahkan komisarisnya. Karena perkaranya sempat dilansir media, MD minta agar ada klarifikasi.

“Pengerjaan dari Telkom yang disebut-sebut Rp10 miliar itu sudah selesai dikerjakan. Keuntungannya pun sudah dibagi-bagikan. Komisaris yang memperkarakan itu hanya memiliki saham kosong. Jadi tolong klarifikasi,” kata MD melalui saluran telpon.

Menurutnya, saham perusahaan sama besar . Diantaranya milik atasnama Maidonis seribu lembar saham senilai Rp1 miliar, Yohanis sebanyak seribu lembar saham senilai Rp1 miliar dan Nurhadi seribu senilai Rp1 miliar. Saham yang masih dalam simpanan akan dikeluarkan oleh perseroan menurut keperluan modal perseroan.

BACA JUGA WAK:  Rahma dan Risma Masuk 50 Perempuan Berpengaruh Melawan Covid 19

Menurutnya, semua saham itu kosong dan gak ada yang menyetor.

“Kok saya dibilang merugikan perusahaan Rp10 miliar.  Padahal nilai proyeknya yang Rp10 miliar dan sudah selesai dikerjakan dan Rp10 miliar itu bukan keuntungan tapi nilai proyek yang dikerjakan. Kini kontrak kami diputus PT Telkom karena dilaporkan ke polisi dan dipublis di media,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Direktur Utama PT Triado Jayano Abadi berinsial MD ke Polisi oleh komisarisnya dengan tuduhannya penyalahgunaan jabatan dan menggelapkan uang perusahaan yang mengakibatkan kerugian perusahaan sekitar Rp10 miliar.

BACA JUGA WAK:  LAM Minta Gedung, Seniman Minta Taman Budaya

Kerugian diketahui saat akhir tahun, tepatnya pada 28 Desember 2020 saat pihak perusahaan akan melakukan tutup buku. Ternyata, beberapa item kerja yang mengatasnamakan perusahaan namun dananya tidak masuk dalam kas perusahaan.

Karena atas temuan itu, Yohanis yang juga selaku Direktur PT Triado Jayano Abadi di ruko Tiban City Square Blok A6 No 6 Sekupang Batam meminta pertanggungjawaban salah satu lelang proyek penawaran pekerjaan Penjualan Kabel Tembaga Bekas. 

MD selaku pemilik saham perusahaan dianggap tidak melakukan kompromi terhadap pemilik saham lainnya. Bahkan, diketahui oleh pihak perusahaan, MD banyak melakukan pekerjaan yang mengatasnamakan perusahaan, namun hasilnya tidak masuk dalam kas atau rekening perusahaan dan diduga masuk ke rekening pribadinya.

BACA JUGA WAK:  Walikota dan Gubernur Tinjau Proses Vaksin Lansia

”Hal itu diketahui saat pihak perusahaan akan melakukan pengecekan dari hasil pekerjaan serta laporan pertanggungjawaban akhir tahun. Yang dikerjakan MD tidak ada dana yang masuk ke kas perusahaan. Salah satunya yaitu Pekerjaan Penjualan Kabel Tembaga Bekas PT Telkom Akses,” jelasnya saat melapor ke polisi.

Komisaris perusahaan PT tersebut Turhadi  yang memiliki saham sebesar 35 persen membenarkan MD melakukan pekerjaan mengatasnamakan perusahaan tanpa sepengetahuan pemilik saham lainnya, Minggu (14/3/21).(cr11/jek)