30 Anak Ikuti Khitanan Masal

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kota Tanjungpinang melalui Klinik tanpa kasir dr Syamsurizal menggelar khitanan massal yang diikuti sebanyak 30 orang peserta khitan di Sekretariat PCNU Tanjungpinang Km IX Bintan Center, Sabtu ( 27/03 ).

Ketua Tanfidziah PCNU Tanjungpinang Dr Drs HM Juramadi Esram SH. MT. MH mengatakan, kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya yang dibuat oleh PCNU melalui kliniknya untuk membantu masyarakat yang memerlukan khitanan bagi anak anaknya.

“Antusias masyarakat cukup tinggi karena di sini kita tidak menarik biaya. Bahkan kita memberikan souvernir, apalagi di tengah Pandemic Covid 19 mungkin saja dana untuk khitanan bisa digunakan untuk keperluan lain dengan adanya khitan massal ini,” ungkap Juramadi.

Juramadi melanjutkan, bahwa khitan massal ini merupakan salah satu program akan dibuat setiap bulan dan BAZNAS sendiri sudah memberikan supportnya bagi kelas menengah kebawah.

“Mengingat bulan depan kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan maka kegiatan ini kita pending sementara dan akan di lanjutkan kembali sekitar bulan Mei. Memang sekretariat ini kita jadikan milik umat, tidak hanya bagi umat Islam melainkan non muslim pun yang membutuhkan khitan dari segi kesehatan kami persilahkan. Selain khitanan program utama klinik ini yakni kepengurusan kesehatan, khitanan massal dan donor darah,” jelasnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Tanjungpinang Samsudi S,sos MH mengungkapkan, kami dari pemko Tanjungpinang dengan adanya kegiatan ini sangat mendukung sekali karena ada kepedulian terhadap sesama kita 

“Kita tahu PCNU Tanjungpinang di bawah kepemimpinan Juramadi Esram beserta jajarannya ada perduli terhadap sesama baik muslim maupun non muslim. Pemko Tanjungpinang sendiri sangat siap bekerjasama dengan setiap organisasi dalam setiap kegiatan sosialnya, apalagi klinik tanpa kasir dr Syamsurizal merupakan sesuatu kegiatan sosial yang sangat luar biasa. Masyarakat kecil merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut,” jelas Samsudi.

Sementara itu, penanggung jawab klinik tanpa kasir dr Syamsurizal,  dr Muhammad Mahadi Hasibuan M.Km menjelaskan, kegiatan khitan dalam bahasa medisnya sirkumsisi dimana untuk syariat Agama serta dari segi kesehatan agar lebih membersihkan diri.

“Selain wajib dalam perintah Agama, dalam segi medis sebenarnya wajib gunanya agar lebih bersih  di bagian area kelamin kita. Selanjutnya kegiatan ini diharapkan agar disupport oleh pemerintah kota maupun tokoh masyarakat agar kegiatan yang baik ini bisa berlangsung secara terus menerus dengan jumlah masyarakat yang akan semakin banyak. Dengan klinik tanpa kasir ini  supaya masyarakat terbantu dalam pertolongan kesehatan dengan tidak terpaku dengan budget yang ada,” tutur Mahadi.(cr11)