Terdakwa Pemakai Sabu Mengaku Diminta Uang Rp150 Juta untuk Biaya Rehabilitasi

Sidang kasus sabu sabu

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG-  Kasus penangkapan empat  orang pemakai sabu di gudang minyak mengundang tanda tanya. Salah satu terdakwa mengaku ia terpaksa harus ditahan karena tidak mau memberi uang Rp150 juta yang disebut-sebut sebagai uang asesmen rehabilitasi. Polisi saat penangkapan pada Kamis 27 November 2020  mengamankan terdakwa Joni alias Alay, Joki alias Aliang, Bebi serta Juliana alias Ester. Kasus ini kini kembali disidangkan di Pengadilan Negeri  Tanjungpinang.

BACA JUGA WAK:  Pagar Roboh, SDN 017 Tanjungpinang Timur Terancam Ikut Ambruk

Dalam kasus ini Joki alias Aliang dalam surat dakwaan JPU Zaldi Akri SH dari Kejari Tanjungpinang menyebutkan, terungkapnya kasus ini bermula pada Kamis 27 November 2020  di dalam kamar tidur bagian depan rumah Ester.

Saat tu mereka digrebek pihak Polres Tanjungpinang sekira pukul 06.00 wib setelah mereka menikmati sabu-sabu bersama-sama.

BACA JUGA WAK:  Jumlah Pasien Baru Covid 19 di Tanjungpinang Meningkat Drastis

Pada sidang agenda mendengarkan keterangan terdakwa itu terungkap Juliana alis Ester bersama 3 terdakwa lainnya yang sidangnya dipisahkan menyebutkan, aparat yang menangkapnya minta uang Rp150 juta agar dia direhabilitasi.

Juliana mengaku ia sudah dua tahun memakai sabu bersama suami sirinya yaitu Joki alias Aliang yang juga ditangkap saat itu dan perkaranya dipisahkan.

BACA JUGA WAK:  Jumlah Pasien Baru Covid 19 di Tanjungpinang Meningkat Drastis

“Saya mau dimasukan rehabilitasi oleh polisi, namun diminta uang sebesar Rp150 juta. Katanya untuk uang  asesmen,” kata Ester pada persidangan Rabu (24/3/21).(cr11)