Air di Perum KSJ 3 Tidak Layak Konsumsi dan Memicu Penyakit Kulit

Suhardiman Wakil Ketua Forum Perum KSJ 3.

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Sejumlah Warga Perumahan Semoga Kenangan Jaya 3 mengeluh kualitas air bersih mereka yang berbau serta menyebabkan gatal-gatal. Warga Berharap pihak developer untuk berdialog bersama guna menemukan jalan keluar bagi warga yang tinggal di perumahan tersebut.

Suhardiman, Wakil Ketua Forum Perum KSJ menjelaskan, air yang ada di Perum tersebut sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Bahkan, tidak bisa dipakai dan menyebabkan gatal-gatal pada kulit masyarakat.

“Saya yang mewakili masyarakat perum ingin minta pertanggung jawaban kepada developer untuk mengatasi masalah air . Air yang ada membuat badan gatal gatal. Saya juga sudah terkena infeksi dari air tersebut,” katanya, Senin (22/3/2021).

Selain masalah air yang tidak bisa dikonsumsi dan dipakai , Suhardiman juga ingin meminta pertanggung jawaban kepada developer terkait keretakan pada dinding perumahan tersebut.

BACA JUGA WAK:  Walikota, Satpol PP, TNI dan Polri Sidak ke Kedai Kopi

Sebagai konsumen Suhardiman dan masyarakat penghuni Perum KSJ 3 merasa dirugikan atas masalah yang dialami di Perum tersebut.

Sunandar selaku pemilik lahan dan direktur PT Utama Telaga Baru saat dijumpai media ini terkesan tidak mau peduli dengan masalah air sumur warga yang tidak bisa digunakan bahkan menimbulkan penyakit kulit.

“Saya hanya selaku pemilik lahan dan itu bukan wewenang saya lagi. Silahkan tanya kepada pihak penanggung jawab di lapangan,” katanya.

Andis selaku penanggung jawab lapangan Perumahan Kenangan Semoga Jaya 3 saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan, mereka sebagai developer dari awal mengaku telah memprediksi kelayakan air di beberapa titik. Menurutnya, rumah yang tidak mendapat air baik itu di luar dari usaha dan kebijakan mereka.

BACA JUGA WAK:  Mudik Dilarang, Pintu Masuk Tanjungpinang Diperketat

Mereka juga mengungkapkan jika sudah ada perjanjian dengan warga yang terkena  masalah, kesepakatan ini dibuat dari Agustus tahun 2020 masing-masing rumah terkena masalah air sudah menandatangani surat perjanjian.

“Sudah ada perjanjian yang dibuat dengan warga yang terkena masalah. Dari tahun 2020 bulan Agustus sudah ada kesepakatan, “jelasnya.

Dengan adanya bak yang kecil untuk memenuhi kebutuhan 23 rumah sangan tidak efisien dan pihak penanggung jawab malah menyalahkan warga karrna air tersebut bukan digunakan hanya untuk minum melainkan juga dipakai untuk mencuci.

BACA JUGA WAK:  Gedung Baru Puskesmas Seijang Mulai Beroperasi

Kemudian untuk mengalirkan air dari sumur ke rumah masing-masing penghuni Perum KSJ 3 secara pribadi mengeluarkan biaya untuk membeli selang. Pihak penanggung jawab merasa jika itu tidak bukan tuntutan dari pihak penanggung jawab untuk penghuni.

“Itu bukan dari tuntutan kami , bukan tanggung jawab kami juga,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi Andis Penanggung jawab Perumahan KSJ 3 seakan melecehkan Wartawan Kota tanjungpinang sebagai Wartawan Ilegal dan merasa dijebak oleh wartawan serta akan menuntut wartawan.

“Anda ini wartawan ilegal. Tidak ada legalitasnya sebagai seorang wartawan. Akan saya tuntut Anda,” tutupnya.(cr11)