Ketika Es Apolo Sejukkan Kerongkongan Gubernur Ansar Ahmad

Tanjungpinang,- Jarum jam menunjukkan pukul 17.20 WIB. Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad SE MM baru saja selesai memimpin rapat pemantapan tugas Satgas Covid 19 di Ruang Rupatama Lantai 4 Pemprov Kepri. Sebelumnya Gubernur juga memimpin beberapa agenda penting mulai dari pagi hingga sore hari.

Usai rapat, Gubernur yang juga mantan Bupati Bintan dua periode itu langsung turun ke lantai bawah bersama kepala OPD dan menuju mobil dinas yang sudah menunggu. Cuaca terasa begitu panas karena sudah beberapa hari ini belum lagi turun hujan.

Setelah memasuki mobil, Gubernur yang ditemani seorang sopir dan ajudan langsung melesat pulang. Ketika sampai di batu lima tepatnya di depan Kantor Badan Pusat Statistik, tiba-tiba mobil yang membawa laki-laki kelahiran 1964 itu berhenti.

Dia langsung keluar dari mobil dan langkah kakinya menuju ke sebuah kedai kecil sederhana yang menjual es Apolo. “Saya pesan satu gelas ya. Haus betul hari ini,” kata Gubernur Ansar Ahmad sambil mengajak rombongan yang lain untuk pesan minuman yang sama.

Gubernur yang tiada lelah bekerja ini terlihat menikmati setiap seduhan es Apolo di depannya. “Minum es di kedai tidak apa. Kalau ingin UKM hidup memang seharusnya kita bantu. Tidak hanya melalui program pemerintah tetapi juga dengan sikap kita sebagai pemimpin. Sesekali datang dengan rombongan dan makan minum di kedai seperti ini juga membantu eksistensi UKM,” jelasnya.

Setelah usai minum es Apolo, Ansar Ahmad bergegas masuk mobil untuk pulang. “Bentar lagi Maghrib. Setelah sholat ada pertemuan lagi dengan beberapa OPD untuk membahas beberapa program yang sudah harus berjalan dengan baik,” katanya begitu mobil yang membawanya perlahan menyusuri jalan menuju kediaman.

Langit terlihat mulai memerah jingga. Sayup-sayup lantunan kitab suci berkumandang memenuhi langit sebagai pertanda Maghrib akan tiba. Saya lihat begitu sampai di kediaman dan langsung keluar dari mobil, dia berdiri di depan pintu pagar sejenak. Dia tersenyum sambil menyapa beberapa Satpol PP yang bertugas melakukan penjagaan dari pagi. Setelah itu dia pamitan untuk masuk ke dalam rumah untuk istirahat. Besok dia mungkin akan melakukan hal yang sama. Kerja, pimpin rapat dan menyelesaikan berbagai agenda.Tapi dia tidak mengeluh. Karena dia begitu sadar tengah menjalani takdirnya. (*/tnt)