Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Tanjungpinang Dipaksa Bayar Denda

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG – Polres Tanjungpinang bersama POM TNI dan Satpol PP Kota Tanjungpinang melakukan Razia Masker di Halaman Mapolres Tanjungpinang, Rabu (3/3)

Razia Masker ini untuk meningkatan kesadaran masyarakat dalam menigkatkan penggunaan masker di saat situasi Pandemic Covid 19 yang hingga kini masih belum berakhir.

Kasipropam Polres Tanjungpinang IPDA Syamsuriya S,Sos M,Si mengakui adanya razia gabungan masker kepada masyarakat.

“Dari hasil razia gabungan ini jumlah yang melaksanakan denda / membayar denda sebesar Rp50.000 sebanyak 42 orang. Yang tak bisa bayar denda  melaksanakan sanksi sosial sebanyak 25 orang,” ungkapnya.

BACA JUGA WAK:  Ketua PKK Kota Tanjungpinang Terkesan dengan Cita Rasa Coto Makassar Kedai Kopi Rakyat

IPDA Syamsuriya juga berharap, agar tetap menggunakan masker untuk melindungi diri kita dan keluarga sehingga terhindar dari penularan Covid-19.

“Jangan menunggu ada razia lalu baru pakai masker. Kesadaran kita masing masing dan menjaga diri kita dan keluarga sehat selalu serta dijauhi dari bahaya Covid 19, karena sudah banyak contoh akibat kita tidak mematuhi Prokes,” ujar IPDA Syamsuriya.

BACA JUGA WAK:  Ketua PKK Kota Tanjungpinang Terkesan dengan Cita Rasa Coto Makassar Kedai Kopi Rakyat

Selanjutnya Kasatpol PP Kota Tanjungpinang saat di Konfirmasi mengatakan, dari awal Maret hingga sekarang sudah banyak temuan razia pelanggaran disiplin Protokol Kesehatan. Diperkirakan sepanjang tahun 2020 untuk denda administratif sudah terkumpul Rp 58.550.000 (dan di tahun 2021 terkumpul Rp 24.950.000.

“Temuan razia pada 3 Maret 2021 di Jalan Gatot Subroto Km 5 Bawah pelanggaran disiplin Protokol kesehatan sebanyak 65 orang dengan denda administratif sebanyak 51 orang dengan total Rp2.950.000, sedangkan untuk kerja sosial sebanyak 14 orang. Sementara razia gabungan di depan Mapolres Tanjungpinang temuan pelanggaran sebanyak 31 orang untuk denda administratif sebanyak 25 orang dengan jumlah Rp 1.250.000 dan untuk kerja sosial sebanyak 6 orang, dan denda administratif itu untuk disetorkan kedalam Kas Daerah,” tutup Ahmad Yani.(cr11)

BACA JUGA WAK:  Ketua PKK Kota Tanjungpinang Terkesan dengan Cita Rasa Coto Makassar Kedai Kopi Rakyat