Ratusan Dus Rokok dan Mikol Dihancurkan

KEPRINEWS.CO.ID, TANJUNGPINANG- Sebanyak 3.171.793 batang rokok dan 10.302 kaleng dan botol minuman beralkohol dimusnahkan pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Type Madya Pabean B Tanjungpinang, Rabu (3/3).

Selain itu ada sembilan belas unit sepeda dan skuter yang ikut dibakar dan dihancurkan. Bahkan barang elektronik lainnya juga terlihat dalam tumpukan barang yang dimusnahkan.

Pihak Bea dan Cukai menyebutkan, pemusnahan barang sitaan itu wujud dari pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai Tanjungpinang dalam melaksanakan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal. 

BACA JUGA WAK:  Jalan Santai Reuni Alumni SMAN 2 Tanjungpinang Bertabur Doorprize

Barang yang disita berupa tembakau yakni rokok dan tembakau iris serta  minuman mengandung ethil Alkohol (MMEA) yang menggunakan pita cukai bekas, pita cukai palsu, pita cukai salah peruntukkan, maupun yang tidak dilekati pita cukai sama sekali.

“Ada juga barang ilegal lainnya seperti pakaian bekas (msepeda, handphone, parfum dan sebagainya,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang Muhamad Syahirul Alim.

Menurutnya, dalam tahun 2020 Bea Cukai Tanjungpinang sudah melaksanakan 324 kali penindakan.

BACA JUGA WAK:  Jalan Santai Reuni Alumni SMAN 2 Tanjungpinang Bertabur Doorprize

“Sepanjang tahun 2020, Bea Cukai Tanjungpinang melaksanakan 324 kali penindakan sesuai ketentuan barang – barang hasil penindakan tersebut. Kemudian diberikan status sebagai barang Kekayaan Negara dan lelang Batam, BMN tersebut akan kami musnahkan,” jelas M. Syahirul Amin.

Penindakan yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemusnahan BMN ini merupakan wujud nyata dari keseriusan pemerintah khususnya Bea Cukai yang selalu bersinergi dengan TNI – POLRI dan aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas peredaran barang – barang ilegal.

BACA JUGA WAK:  Jalan Santai Reuni Alumni SMAN 2 Tanjungpinang Bertabur Doorprize

Adapun nilai total dari barang di pemusnahan itu mencapai Rp3.578.789.227 yang berpotensi merugikan negara berupa Bea masuk dan Pajak yang harus dibayar atas barang – barang tersebut Rp2.157.025.807.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada para pelanggar dan juga dapat mengajak masyarakat serta pelaku usaha untuk selalu mematuhi peraturan yang ada sehingga terciptanya iklim usaha yang kondusif,” tutup Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang.(cr11)